1 Benda Ditemukan di Saku Celana Brigadir Esco, Polisi yang Tewas Terjerat Tali

Polisi terus selidiki kasus kematian anggota polisi Polsek Sekotong, Brigadir Esco. Terbaru, polisi temukan benda yang diharapkan jadi titik terang.

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA.
PENEMUAN JASAD POLISI - Pihak kepolisian Polres Lombo Barat saat olah TKP kematian Brigadir Esco, anggota Polres Lobar yang ditemukan tergantung di kebun yang berada tak jauh dari rumahnya di Desa Jembatan Ganatung, Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/8/2025). Polisi terus menyelidiki kasus kematian anggota polisi Polsek Sekotong, Brigadir Esco Fasca Rely. Terbaru, polisi menemukan satu benda yang diharapkan menjadi titik terang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Mataram - Polisi terus menyelidiki kasus kematian anggota polisi Polsek Sekotong, Brigadir Esco Fasca Rely. Terbaru, polisi menemukan satu benda yang diharapkan menjadi titik terang.

Brigadir Esco ditemukan tewas dalam kondisi terjerat tali di lehernya di kebun yang tak jauh dari rumahnya, Minggu (24/8/2025). Namun, kematian anggota Polsek Sekotong, Lombok Barat tersebut menyisakan sejumlah kejanggalan, baik itu di keluarga maupun di warga.

Sekotong adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah ini dikenal memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Sekotong berada di bagian barat daya Pulau Lombok. Wilayah ini didominasi oleh perbukitan, teluk, dan garis pantai yang indah.

Potensi utama Sekotong adalah sektor pariwisata. Terdapat banyak pantai dan gugusan pulau-pulau kecil (gili) yang masih alami dan belum sepadat gili di bagian utara Lombok. Beberapa gili terkenal di antaranya, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis, serta Gili Gede.

Selain pariwisata, masyarakat Sekotong juga beraktivitas di sektor perikanan dan pertanian. Pemerintah daerah menganggap Sekotong sebagai kawasan strategis untuk pengembangan masa depan Kabupaten Lombok Barat.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunLombok.com, polisi mengungkap hasil sementara penyelidikan kematian Brigadir Esco. Tim gabungan Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Satreskrim Polres Lombok Barat, sudah melakukan serangkaian penyelidikan. 

Yakni memeriksa puluhan saksi mulai dari rekan kerja hingga keluarga korban, termasuk istri dan mertua yang menemukan Brigadir Esco dengan kondisi terjerat tali di kebun belakang rumahnya. 

"Ada 23 orang yang diperiksa termasuk istri dan mertua dan rekan kerja," kata Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, Jumat (29/8/2025). 

Mantan Wakapolres Mataram itu mengatakan, pihaknya juga menggandeng Bareskrim Polri untuk memeriksa isi handphone Brigadir Esco yang ditemukan di saku celananya. 

"Mudah-mudahan itu ada titik terang, apa yang kami temukan di rumah korban itu ada hasilnya," kata Syarif. 

Brigadir Esco ditemukan tewas di kebun belakang rumahnya dengan kondisi leher terikat tali.

Hasil autopsi menemukan sejumlah luka di sekujur tubuh korban. Syarif mengatakan penyebab tewasnya Brigadir Esco bukan karena bunuh diri melainkan dianiaya. 

"Ada dugaan kekerasan, iya (penganiayaan) mengakibatkan meninggal dunia," kata Syarif. 

Polisi juga mendalami terkait motif pembunuhan dari anggota polisi asal Kabupaten Lombok Tengah ini. 

Berita selanjutnya Penuh Kejanggalan, Ayah Brigadir Esco Sebut Ada Bagian Tubuh Anaknya yang Hilang

Sumber: Tribun Lombok
Tags
polisi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved