Berita Terkini Nasional

Imbas Keracunan, Dapur MBG Bermasalah Ditutup

Arahan ini disampaikan Prabowo usai ramai kasus keracunan MBG. Sejak Januari sampai September 2025, terjadi lebih dari 5.000 kasus keracunan.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube
PRESIDEN PRABOWO BEREAKSI - Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Prabowo memerintahkan semua SPPG untuk menjamin kebersihan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Setiap hari, kata dia, program itu membutuhkan telur, sayuran, ikan, ayam, dan berbagai bahan pangan yang diproduksi dari kampung dan kecamatan. 

Menurut dia, perputaran ekonomi sebagai dampak positif MBG akan mencapai puncak pada tahun depan.

“Nanti tahun depan kita akan gelontorkan mendekati Rp 300 triliun untuk MBG,” ujar Prabowo. “Rp 300 triliun persisnya berapa, Mensesneg? Rp 335 triliun,” lanjut Prabowo. 

Prabowo mengatakan, nilai itu setara dengan 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan digelontorkan pemerintah ke desa-desa. Menurut dia, program itu kini mengubah perputaran ekonomi yang sebelumnya mengalirkan dana dari daerah ke Jakarta. 

“Di Jakarta, sering mengalir ke luar negeri dan menetap di luar negeri serta tidak tinggal di Indonesia. Kita balik sekarang, uang masuk ke desa-desa,” kata Prabowo. 

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, dalam ekonomi terdapat konsep bahwa uang Rp 1 yang beredar di satu tempat bisa menimbulkan Rp 2 hingga Rp 4 baru. Dengan demikian, kucuran dana dari pemerintah untuk MBG Rp 300 triliun bisa menimbulkan Rp 600 triliun lebih. 

“Jadi, saudara-saudara, kita bisa bayangkan kegiatan ini yang saya sebut tadi Rp 300 triliun itu bisa menciptakan kehidupan ekonomi senilai Rp 600 triliun, mungkin Rp 900 triliun,” ujar Prabowo.

Siapkan Ahli Gizi

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pasca kejadian luar biasa (KLB) program MBG yang membuat ribuan siswa keracunan di beberapa wilayah.

Sebagai respons cepat, rapat koordinasi terbatas (rakortas) diadakan pada Minggu (28/9/2025) untuk memastikan langkah pencegahan kasus serupa berulang terjadi. 

Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan menyiapkan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan untuk membantu Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program MBG.

“Ahli gizinya sedang saya persiapkan untuk sementara akan kita bantu dari Kemenkes,” kata Budi seusai rakortas. 

Budi belum menjelaskan secara terperinci jumlah ahli gizi dari Kemenkes yang akan ditugaskan di BGN. Dia mengatakan, saat ini pemerintah akan fokus dalam mempercepat perbaikan di BGN agar seluruh dapur memenuhi syarat dalam menyajikan MBG

“Agar supaya semua SPPG yang ada memenuhi standar dari kebersihannya, standar dari orang-orangnya, standar juga dari prosesnya supaya lebih baik, diharapkan dalam satu bulan selesai semuanya,” ujarnya. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong perbaikan tata kelola BGN pascaramainya kasus keracunan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved