Berita Terkini Nasional

Imbas Keracunan, Dapur MBG Bermasalah Ditutup

Arahan ini disampaikan Prabowo usai ramai kasus keracunan MBG. Sejak Januari sampai September 2025, terjadi lebih dari 5.000 kasus keracunan.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube
PRESIDEN PRABOWO BEREAKSI - Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Prabowo memerintahkan semua SPPG untuk menjamin kebersihan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Atas petunjuk dari Presiden dan instruksi dari beliau bahwa bagi pemerintah keselamatan adalah prioritas utama. Kami menegaskan insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,” kata Zulhas. 

Zulhas mengatakan, hasil rakor menghasilkan beberapa hal, di antaranya penutupan sementara terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG yang bermasalah. 

Penutupan ini dilakukan agar SPPG tersebut bisa dievaluasi, dan dilakukan investigasi. SPPG juga diwajibkan untuk melakukan sterilisasi alat makan dan memperbaiki proses sanitasi khususnya alur limbah. Pemerintah juga mewajibkan adanya SLHS (Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi) bagi seluruh SPPG

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang sebelumnya menegaskan bahwa tim investigasi kasus keracunan dalam program MBG sudah dibentuk dan kini mulai bekerja.

Dia mengatakan, tim tersebut terdiri dari gabungan internal dan eksternal untuk memastikan proses berjalan transparan. 

“Tim investigasi sudah dibentuk, ada tim internal dari kami dan sekarang lagi proses, bahkan sudah mulai berjalan,” kata Nanik di Cibubur, Kamis (25/9/2025). 

Nanik memaparkan, akan ada dua tim investigasi yang dibentuk BGN. Tim investigasi yang pertama ada di bawah Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tawas).

Tim itu akan bekerja sama dengan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan pemerintah daerah (pemda) setempat. 

“Deputi Tawas, Pemantauan dan Pengawasan nanti kerja sama di situ ada kepolisian, BIN, Dinkes (Dinas Kesehatan), BPOM, dan juga pemda setempat untuk mengadakan investigasi,” ujar Nanik. 

Sementara itu, tim investigasi kedua bersifat independen atau tersendiri yang diisi oleh para ahli. Tim ini akan diisi oleh para ahli kimia, ahli farmasi, dan juga juru masak alias chef.

“Jadi ini sekumpulan dari yang independen, dari berbagai disiplin ilmu,” katanya. 

BGN juga resmi membuka saluran pengaduan atau hotline MBG yang dapat diakses masyarakat mulai Senin hingga Jumat, pukul 09.00-22.00 WIB.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, saluran pengaduan ini dibuat untuk memudahkan masyarakat melaporkan kendala maupun menyampaikan informasi terkait program MBG

“Untuk memudahkan, kami menyediakan dua nomor yang bisa dihubungi, yakni 088293800268 (operator 1) dan 088293800376 (operator 2). Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Hida. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved