Berita Terkini Nasional

Identitas 2 Kerangka Manusia di Kwitang, Ada Dugaan 2 Pendemo yang Hilang

Identitas 2 kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, hingga kini masih belum bisa dipastikan. Diduga 2 pendemo yang hilang.

Tayang:
Tribunnews/Fersianus Waku
TEMUKAN KERANGKA MANUSIA - Kondisi gedung dengan plang nama bertuliskan Astra Credit Companies di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, seusai dibakar dan dijarah massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Korps Brimob, Jumat (29/8/2025). Dua kerangka manusia ditemukan di plafon gedung tersebut pada Rabu (29/10/2025), saat tim teknis melakukan pengecekan untuk renovasi. 

Surat desakan ini dalam rangka agar Polda Metro Jaya serius dalam melakukan pencarian terhadap Farhan dan Reno.

Pasalnya, polisi tidak pernah membeberkan petunjuk apapun ke publik terkait hilangnya Farhan dan Reno.

Dihilangkan Paksa

Dimas meyakini bahwa Farhan dan Reno dihilangkan secara paksa.

“Yang kami ingin ingatkan bahwa peristiwa penghilangan orang secara paksa ini tidak boleh lagi terjadi dalam konteks pengamanan unjuk rasa ke depannya,” ujarnya.

Farhan hanya Nonton Demo

Pada kesempatan yang sama, kaka Farhan, Imrony Hamid mengungkapkan adiknya tidak ikut dalam aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025.

Menurut Imrony, adiknya tersebut datang ke Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, hanya untuk menonton.

"Dia berangkat berdua temannya terus setelah di sana teman satunya pulang karena dia ada urusan keluarga di rumah," ungkapnya kepada wartawan.

Menjelang sore, berdasarkan informasi yang diperoleh Imrony keadaan di Mako Brimob Kwitang semakin memanas.

Gas air mata diletuskan aparat kepolisian sehingga Farhan berpisah dengan temannya.

"Temannya sama Farhan ini sudah mencari, jadi ya sudah, semenjak di situ sudah enggak tahu," ujarnya.

Terlihat 3 Kali

Keterangan dari saksi mata, Farhan masih terlihat sebanyak tiga kali. Pertama dan kedua Farhan terlihat lari ke arah tim medis untuk meminta pertolongan oksigen.

Selanjutnya yang ketiga Farhan digotong dua orang berjaket ojek online lalu dilarikan ke rumah sakit RSPAD Gatot Subroto.

"Kalau tidak salah naik motor karena kakinya terluka," ujar Imrony.

Pihak keluarga meyakini Farhan tidak terlibat dalam aksi ricuh.

Imrony menuturkan aktivitas adiknya sehari-sehari sebagai pekerja, meski tak disebut apa jenis pekerjaannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved