Berita Internasional

PM Israel Benjamin Netanyahu Bantah Kantornya Diserang Iran Pakai Rudal Balistik

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah kabar yang menyebutkan jika Iran berhasil menyerang kantornya menggunakan rudal balistik.

Tayang:
TribunJatim.com/Faceboook PM Israel
BANTAH DISERANG RUDAL - Foto ini diambil dari Faceboook PM Israel pada Senin (16/6/2025), memperlihatkan PM Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (15/6/2025). Iran melaporkan telah menyerang kantor PM Israel ini pada Senin (2/3/2026). Namun, Benjamin Netanyahu membatah serangan tersebut, dan memastikan tak ada serangan rudal dari Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Benjamin Netanyahu bantah klaim serangan rudal Iran ke kantornya.
  • Islamic Revolutionary Guard Corps mengaku hantam kantor PM Israel dengan rudal balistik.
  • International Atomic Energy Agency khawatir dampak radiologis usai serangan fasilitas nuklir Iran.
  • Konflik Iran–Israel meluas ke Lebanon libatkan Hizbullah, korban tewas terus bertambah.

Tribunlampung.co.id, Teheran - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah kabar yang menyebutkan jika Iran berhasil menyerang kantornya menggunakan rudal balistik.

Serangan tersebut disebut-sebut sebagai balasan atas serangan Israel sebelumnya yang menewaskan petinggi mereka.

Kabar beredar serangan Iran ke titik utama di Israel tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026).

Mengutip kompas.com, klaim itu disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menyebut serangan tersebut sebagai aksi “mendadak”.

“Kantor perdana menteri kriminal Israel, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim itu dihantam dalam serangan terarah dan mendadak menggunakan rudal balistik Kheybar Shekan pada gelombang ke-10,” tulis pernyataan IRGC.

Baca juga: Militer Israel Keluarkan Perintah Evakuasi dan Kerahkan Pasukan di Sejumlah Titik

Kelompok itu juga menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan tersebut.

Pengumuman tersebut muncul di tengah konflik Iran–Israel yang semakin meluas setelah operasi gabungan AS–Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Sebagai respons, Teheran dan milisi-milisi sekutunya meluncurkan rudal serta drone ke kota-kota di Israel dan pangkalan AS di kawasan Teluk.

Israel Beri Bantahan 

Menanggapi klaim IRGC, pihak kantor Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada serangan rudal yang menghantam lokasi tersebut.

Kantor Netanyahu disebut masih utuh tanpa adanya laporan mengenai dampak serangan rudal.

Mereka bahkan menyebut klaim IRGC sebagai berita bohong, demikian laporan dari Times of Israel, Senin (2/3/2026).

Kekhawatiran akan fasilitas nuklir Iran

Di tengah eskalasi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut situasi di sekitar fasilitas nuklir Iran sangat mengkhawatirkan.

Ia memperingatkan bahwa “kemungkinan pelepasan radiologis dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk kebutuhan untuk mengevakuasi wilayah seluas atau lebih besar dari kota-kota besar.”

Grossi menambahkan, “upaya untuk menghubungi otoritas regulasi nuklir Iran masih terus dilakukan, namun sejauh ini belum ada respons.”

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menegaskan kembali bahwa pasukan AS dan Israel menyerang lokasi nuklir Iran sehari sebelumnya, dan menyebut fasilitas Natanz termasuk yang dihantam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved