Berita Internasional
PM Israel Benjamin Netanyahu Bantah Kantornya Diserang Iran Pakai Rudal Balistik
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah kabar yang menyebutkan jika Iran berhasil menyerang kantornya menggunakan rudal balistik.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Benjamin Netanyahu bantah klaim serangan rudal Iran ke kantornya.
- Islamic Revolutionary Guard Corps mengaku hantam kantor PM Israel dengan rudal balistik.
- International Atomic Energy Agency khawatir dampak radiologis usai serangan fasilitas nuklir Iran.
- Konflik Iran–Israel meluas ke Lebanon libatkan Hizbullah, korban tewas terus bertambah.
Tribunlampung.co.id, Teheran - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah kabar yang menyebutkan jika Iran berhasil menyerang kantornya menggunakan rudal balistik.
Serangan tersebut disebut-sebut sebagai balasan atas serangan Israel sebelumnya yang menewaskan petinggi mereka.
Kabar beredar serangan Iran ke titik utama di Israel tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026).
Mengutip kompas.com, klaim itu disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menyebut serangan tersebut sebagai aksi “mendadak”.
“Kantor perdana menteri kriminal Israel, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim itu dihantam dalam serangan terarah dan mendadak menggunakan rudal balistik Kheybar Shekan pada gelombang ke-10,” tulis pernyataan IRGC.
Baca juga: Militer Israel Keluarkan Perintah Evakuasi dan Kerahkan Pasukan di Sejumlah Titik
Kelompok itu juga menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan tersebut.
Pengumuman tersebut muncul di tengah konflik Iran–Israel yang semakin meluas setelah operasi gabungan AS–Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).
Sebagai respons, Teheran dan milisi-milisi sekutunya meluncurkan rudal serta drone ke kota-kota di Israel dan pangkalan AS di kawasan Teluk.
Israel Beri Bantahan
Menanggapi klaim IRGC, pihak kantor Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada serangan rudal yang menghantam lokasi tersebut.
Kantor Netanyahu disebut masih utuh tanpa adanya laporan mengenai dampak serangan rudal.
Mereka bahkan menyebut klaim IRGC sebagai berita bohong, demikian laporan dari Times of Israel, Senin (2/3/2026).
Kekhawatiran akan fasilitas nuklir Iran
Di tengah eskalasi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut situasi di sekitar fasilitas nuklir Iran sangat mengkhawatirkan.
Ia memperingatkan bahwa “kemungkinan pelepasan radiologis dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk kebutuhan untuk mengevakuasi wilayah seluas atau lebih besar dari kota-kota besar.”
Grossi menambahkan, “upaya untuk menghubungi otoritas regulasi nuklir Iran masih terus dilakukan, namun sejauh ini belum ada respons.”
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menegaskan kembali bahwa pasukan AS dan Israel menyerang lokasi nuklir Iran sehari sebelumnya, dan menyebut fasilitas Natanz termasuk yang dihantam.
| Iran Ancam Serang Basis Militer AS di Kawasan Teluk hingga Jalur Selat Hormuz |
|
|---|
| Rudal Iran Hantam Kilang Minyak UEA, Pemerintah RI Minta WNI Waspada |
|
|---|
| 2 Kapal Perusak AS Terobos Masuk Teluk Persia, Klaim Sukses Halau Gempuran Iran |
|
|---|
| Serangan Brutal Iran Diklaim Hancurkan Kapal Perang AS, Anak Buah Trump Panik |
|
|---|
| Alasan Trump Setujui Penjualan Senjata ke Negara Sekutu Senilai Rp110 Triliun! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/PM-Israel-Benjamin-Netanyahu-Bantah-Kantornya-Diserang-Iran-Pakai-Rudal-Balistik.jpg)