Berita Lampung

Kenaikan LPG Nonsubsidi, Dedi Mulyadi Dorong Pemanfaatan Kayu Bakar di Desa

Menurutnya, pemanfaatan sumber energi yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi langkah praktis untuk meredam tekanan biaya hidup

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
KAYU BAKAR - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Gedung Sate, Selasa (3/2/2026). Kenaikan LPG Nonsubsidi, Dedi Mulyadi Dorong Pemanfaatan Kayu Bakar di Desa. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons kenaikan LPG nonsubsidi 12 kg Rp228.000 dan 5,5 kg Rp107.000
  • Mendorong warga desa memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif energi memasak
  • Warga perkotaan disarankan memakai kompor listrik

Tribunlampung.co.id, Jawa Barat - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kembali pentingnya kemandirian energi rumah tangga di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi, dengan mendorong masyarakat pedesaan kembali memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif memasak. 

Menurutnya, pemanfaatan sumber energi yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi langkah praktis untuk meredam tekanan biaya hidup akibat kenaikan LPG tabung 12 kg dan 5,5 kg yang kini masing-masing berada di kisaran Rp228.000 dan Rp107.000.

Dedi menilai, adaptasi terhadap kondisi ekonomi dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi lokal yang selama ini masih tersedia namun kurang dimanfaatkan. 

Di wilayah perdesaan, kayu bakar dinilai masih relevan sebagai solusi jangka pendek yang mudah dijangkau masyarakat, sementara di kawasan perkotaan ia mendorong penggunaan kompor listrik sebagai opsi yang lebih sesuai dengan infrastruktur yang ada.

Selain kayu bakar dan listrik, ia juga menekankan pengembangan biogas sebagai sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan. 

Energi tersebut dapat dihasilkan dari pengolahan limbah organik, khususnya kotoran ternak seperti sapi. 

“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dilansir Diskominfo Jabar, 21 April 2026.

Dedi menambahkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung Barat, telah lebih dulu memanfaatkan biogas untuk kebutuhan rumah tangga. 

Menurutnya, teknologi sederhana tersebut mampu menghasilkan energi yang cukup untuk aktivitas memasak sehari-hari, sehingga layak diperluas sebagai bagian dari diversifikasi energi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting dalam menghadapi dinamika harga energi. 

“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” katanya, seraya menekankan perlunya inovasi berbasis potensi lokal untuk menjaga ketahanan energi rumah tangga.

Sementara itu, kenaikan harga LPG nonsubsidi terjadi secara bersamaan di berbagai jenis tabung. 

Hari, staf penjualan PT Limas Raga Inti, menyebutkan bahwa harga LPG 5,5 kg kini berada di kisaran Rp107.000 per tabung, sedangkan LPG 12 kg mencapai Rp228.000. 

“Saat ini, harga LPG 5,5 kg berada di kisaran Rp107.000 per tabung, sementara LPG 12 kg mencapai Rp228.000 per tabung,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya harga LPG 12 kg masih berada di angka Rp192.000, sedangkan tabung 5,5 kg sekitar Rp95.000. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved