Berita Terkini Nasional

Profil Hoho Alkaf, Kades Purwasaba yang Diteror OTK dengan Bom Molotov

Profil Hoho Alkaf, kades di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, yang diteror orang tak dikenal (OTK).

Penulis: Reny Fitriani | Editor: Reny Fitriani
TribunJateng/Dokumentasi pribadi Hoho Alkaf
PROFIL - Profil Hoho Alkaf, kades di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, yang diteror orang tak dikenal (OTK). 

"Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek," ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Akibat kejadian itu, kacamata yang dikenakannya pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut kepala desa yang melekat pada seragamnya terlepas karena ditarik-tarik oleh massa.

"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-ketarik," katanya.

Hoho juga menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kejadian yang sebenarnya.

Menurutnya, rekaman tersebut memperlihatkan kondisi saat dirinya sudah berada dalam pengamanan aparat.

"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.

Kericuhan Dipicu Hasil Seleksi Perangkat Desa

Hoho menyebut aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses seleksi perangkat desa. 

Massa menuntut agar proses penjaringan perangkat desa yang sudah mencapai tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh pemerintah desa karena seluruh tahapan seleksi dinilai telah dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia. Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.

Hoho menegaskan bahwa hasil seleksi perangkat desa tidak mungkin dibatalkan hanya karena adanya tekanan dari pihak tertentu.

Proses penjaringan perangkat desa, menurutnya, telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku sehingga pemerintah desa tidak memiliki alasan untuk membatalkan hasil seleksi.

Kades Hoho Minta Perlindungan Hukum

Selain mengungkapkan kronologi kejadian, Hoho juga menyoroti respons aparat keamanan di lokasi yang dinilai kurang sigap dalam memberikan perlindungan saat kericuhan terjadi.

Ia mengaku kecewa dengan situasi tersebut dan berencana mencari keadilan melalui jalur hukum hingga melaporkan peristiwa itu ke Propam Mabes Polri.

"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," pungkasnya.

Insiden ini kini menjadi perhatian masyarakat Banjarnegara, terlebih sosok Hoho Alkaf dikenal cukup aktif di media sosial dan memiliki pengikut yang cukup besar. 

Hingga saat ini, proses hukum terkait dugaan pengeroyokan terhadap kepala desa tersebut masih menjadi sorotan publik. 

Mobil Kades Hoho dibom pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.10 subuh. Mobil Honda Civic Turbo milikn Hoho terbakar, setelah dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.  

Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian badan kendaraan.  

Tak hanya itu, bagian atap garasi rumah juga ikut terdampak.

Hoho bersama istrinya sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya warga berdatangan seusai subuh.

Akibat kejadian tersebut, mobil yang dibeli sekitar tahun 2020 dengan harga lebih dari Rp 400 juta itu rusak parah.

"Untuk perbaikan kami sendiri belum tahu harus seperti apa karena kondisinya terbakar seperti itu.  Bagian dalamnya juga ikut terbakar," ujar Hoho kepada Tribun Jateng, Jumat (24/4/2026).

Hoho menjelaskan, secara tampilan luar kendaraan kemungkinan masih bisa diperbaiki melalui pengecatan ulang.

Namun, seluruh bagian interior dipastikan harus diganti.

"Kalau dicat mungkin bisa terlihat seperti semula, tapi dalem-dalemannya harus beli semua,” kata Hoho.  

“Jadi rusaknya parah, udah kaya rongsok," sambungnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Banjarnegara dan kini tengah dalam proses penyelidikan.  

Bahkan, tim Resmob dari Polda disebut sudah turun langsung ke lokasi kejadian.

"Resmob Polda juga sudah datang ke sini," katanya.

Lebih jauh, Hoho menilai aksi pembakaran tersebut bukanlah kejahatan biasa.

Ia menyebut, kejadian ini sudah sangat serius dan terindikasi sebagai ancaman terhadap keselamatan jiwa dirinya dan keluarga. 

"Saya yakin kejahatan ini sudah frontal sekali, sudah kriminal sekali.  Bahkan saya anggap ini seperti rencana pembunuhan," tegasnya.

Menurut Hoho, pelaku menggunakan bahan bakar jenis tiner untuk memicu kebakaran.

Ia juga menduga adanya penggunaan botol berisi bahan bakar yang dilempar ke arah mobilnya.

Kobaran api itu juga berdampak pada atap garasi.

"Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," ucap dia.

Menurutnya, mobil yang dibakar berada di garasi rumah sehingga potensi bahaya sangat besar karena api bisa dengan cepat merembet ke seluruh bangunan.

"Ini kan rumah, garasinya di rumah. Mobil memang yang dibakar, tapi tujuannya apa? Dalam hitungan detik api bisa langsung besar.  Itu bisa merembet ke seluruh rumah," ungkapnya.

Saat kejadian, Hoho mengaku sempat melihat pelaku.  

Namun, ia memilih tidak mengejar karena lebih memprioritaskan keselamatan keluarganya yang berada di dalam rumah. 

"Saya lihat orangnya, tapi tidak saya kejar. Saya mikir rumah, istri saya di dalam, anak saya di dalam," katanya.

Ia juga meyakini aksi tersebut tidak dilakukan secara tunggal dan kuat dugaan ada pihak yang menjadi dalang di balik kejadian ini.

Meski demikian, Hoho menegaskan selama ini dirinya tidak memiliki konflik pribadi dengan pihak mana pun, baik LSM, organisasi masyarakat, maupun individu tertentu.

Namun, ia mengakui bersikap tegas terhadap pihak yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan desa.

Terkait dugaan motif, Hoho menyebut, kemungkinan aksi tersebut berkaitan dengan konflik penjaringan perangkat desa yang sebelumnya sempat memanas.

Ia juga menilai, kecil kemungkinan aksi itu dilakukan oleh warga setempat tanpa adanya pihak yang menyuruh.

Pascakejadian, pengamanan sempat dilakukan oleh pihak terkait, namun hanya berlangsung hingga sore hari.

Untuk malam hingga subuh, Hoho bersama warga harus berjaga secara mandiri.

Bahkan, teror diduga belum berhenti.  

Pada malam hari setelah kejadian, Hoho mengaku melihat dua mobil mencurigakan melintas di sekitar rumahnya.

"Saya tantang juga di media sosial, kalau berani datang lagi," katanya.

Hoho bersama warga sempat melakukan pengejaran terhadap dua kendaraan tersebut, yang disebut berwarna putih dan satu lagi diduga Avanza hitam.

"Kami kejar dua mobil itu. Ditanya malah bingung, terus kabur. Saya bilang kalau perlu tangkap saja, tapi mereka lari," ungkapnya.

"Tidak tahu berapa orangnya, tapi ada dua mobil," sambungnya.

Ke depan, Hoho menegaskan akan terus mendorong pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini secara profesional. 

CCTV mati

Dalam kesempatan terpisah, Satuan Reskrim Polres Banjarnegara mengusut kasus dugaan pembakaran mobil Kades Hoho.  

Polisi memulai dengan menelusuri benda menyala yang dilempar pelaku ke arah kendaraan korban.

Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Sugeng Tugino, menyampaikan telah menerima laporan terkait dugaan aksi pembakaran mobil milik Hoho, yang diajukan oleh istri kades.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula dari adanya pelemparan benda menyerupai kain yang dibalutkan pada bambu atau kayu dengan panjang kurang lebih 50 sentimeter, yang saat itu dalam kondisi menyala.  

Benda tersebut dilempar ke arah mobil sedan Honda Civic berwarna putih milik kepala Desa Purwasaba tersebut.

Pascakejadian, Hoho melaporkan peristiwa itu ke Polsek Mandiraja. Laporan kemudian diteruskan ke piket Reskrim Polres Banjarnegara, yang selanjutnya menghubungi jajaran terkait.

Pihak Satreskrim Polres Banjarnegara kemudian mendatangkan tim Inafis bersama piket Reskrim dan SPKT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi, petugas memasang garis polisi serta mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembakaran tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain sisa kain dan potongan kayu sepanjang kurang lebih 50 sentimeter yang diduga digunakan sebagai alat untuk membakar mobil.

Selanjutnya, penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut.  

Pada hari yang sama, tim juga mendatangkan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Dimungkinkan itu bensin, cuma belum kami cek apakah itu disiram dulu ataupun bersamaan," ujar Sugeng.

Ia juga mengungkapkan di sekitar lokasi kejadian sebenarnya terdapat kamera CCTV, namun saat peristiwa terjadi, CCTV tersebut dalam kondisi tidak aktif.

Sugeng menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan penyiraman dan pembakaran mobil Hoho. 

Sumber: TribunJateng.com

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved