Universitas Teknokrat Indonesia
Efisiensi Energi sebagai Jalan Nyata Menuju Kemandirian Energi di Lampung
Efisiensi energi dinilai sebagai jalan nyata menuju memandirian energi di Lampung.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
Elka Pranita, M.T.
(Dosen S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia)
Kebutuhan energi listrik di Indonesia, termasuk di Lampung, terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas industri, dan perkembangan teknologi.
Namun di sisi lain, kita masih dihadapkan pada ketergantungan terhadap energi fosil yang tidak hanya terbatas jumlahnya, tetapi juga sangat rentan terhadap dinamika global.
Dalam beberapa tahun terakhir, gejolak politik internasional seperti konflik kawasan dan ketidakstabilan pasokan energi dunia telah berdampak langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil berbagai kebijakan strategis, termasuk penghematan energi dan pengendalian konsumsi BBM.
Kebijakan ini bukan semata-mata langkah jangka pendek, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan energi nasional perlu segera diperkuat.
Dalam konteks tersebut, efisiensi energi menjadi langkah strategis yang tidak bisa lagi ditunda.
Efisiensi energi bukan sekadar penghematan, tetapi merupakan upaya cerdas dalam menggunakan energi secara optimal tanpa mengurangi produktivitas.
Ini adalah fondasi penting dalam menghadapi krisis energi global sekaligus memperkuat kemandirian energi di tingkat daerah.
Lampung memiliki posisi yang sangat potensial dalam mendukung agenda ini. Daerah yang kaya akan sumber energi Baru (EBT), mulai dari energi surya yang melimpah sepanjang tahun, potensi angin di wilayah pesisir, hingga biomassa dari sektor pertanian seperti limbah kelapa sawit, jagung, dan singkong.
Potensi ini seharusnya menjadi kekuatan utama dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap fluktuasi harga global.
Namun demikian, pengembangan EBT tidak akan maksimal tanpa diiringi dengan kesadaran efisiensi energi di tingkat masyarakat.
Realitanya, masih banyak energi yang terbuang sia-sia akibat penggunaan peralatan listrik yang tidak efisien, kebiasaan konsumtif, serta minimnya edukasi terkait penghematan energi.
Padahal, dalam situasi global saat ini, setiap penghematan energi memiliki dampak ekonomi dan strategis yang signifikan.
Langkah sederhana seperti penggunaan lampu LED, pengaturan pemakaian pendingin ruangan, serta pemanfaatan pencahayaan alami dapat memberikan kontribusi nyata jika dilakukan secara luas.
| Mahasiswa Teknokrat Fahrel Apriansyah Melaju ke Kejuaraan Nasional PB FORKI 2026 |
|
|---|
| Mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat Dalami Sistem Irigasi ke Bendung Argoguruh |
|
|---|
| Pentingnya SOP yang Jelas untuk Tangani Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
| Dosen Teknik Elektro Jadi Asesor Eksternal UKK di SMKN 2 Bandar Lampung, Dukung Pencapaian SDGs |
|
|---|
| Selesaikan Studi Tiga Semester, Dua Lulusan Perdana MBI Teknokrat Hadapi Penguji Eksternal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Elka-Pranita-MT67.jpg)