Mutiara Ramadan

Pentingnya Menjaga Hati dari Keluh Kesah Selama Bulan Suci Ramadan

Kita punya potensi besar untuk selalu tidak mau bersyukur, merasa tidak puas, dan selalu kurang.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
BANYAK BERSYUKUR - Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, saat menjadi narasumber program Mutiara Ramadhan Tribun Lampung, dengan tema Banyak Bersyukur dan Kurangi Mengeluh. 

Ketiga adalah Ukhrawi, bagaimana kita bersyukur atas ganjaran ibadah yang luar biasa. Puasa itu pahalanya tidak terhingga karena untuk-Ku, kata Allah. Satu huruf Al-Quran saja dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala kebajikan.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga mengatakan cara bersyukur ada tiga.

Pertama bersyukur dengan ucapan (lisan). Kedua, bersyukur dengan hati (bil qalb), meyakini bahwa semua yang Allah berikan dan semua kekuatan kita adalah dari Allah.

Ketiga adalah bersyukur dengan seluruh anggota tubuh (bil arkan). Nafas yang kita hirup detik demi detik itu gratis Allah berikan.

Jika dihentikan dua menit saja, mungkin semua makhluk akan binasa. Maka, saya mengajak gunakan mata, mulut, dan tangan yang Allah berikan hanya di jalan yang diridai-Nya. Jangan merusak ekosistem karena ulah tangan jahat manusia.

Mengeluh boleh saja, tetapi mengeluhlah hanya kepada Allah. Saya ingatkan, hindarkan diri kita untuk mengeluh kesah di media sosial sehingga aib kita terlihat oleh masyarakat umum. Rasulullah SAW punya tips agar kita pandai bersyukur: Lihatlah yang ada di bawah kita.

Jika punya mobil, lihat yang punya motor. Yang punya motor, lihat yang punya sepeda. Yang punya sepeda, lihat yang jalan kaki. Yang jalan kaki, bersyukurlah masih bisa berjalan karena ada saudara kita yang sakit atau anggota tubuhnya tidak lengkap.

Dengan melihat ke bawah, kita akan banyak bersyukur dan menghilangkan potensi untuk mengeluh.

Mengeluhlah hanya kepada Zat yang Maha Kuasa. Ketika kita mendapatkan problematika yang tidak bisa diatasi, itu menandakan bahwa kita makhluk yang butuh Allah yang Maha Besar. Katakan kepada persoalan:

'Tidak ada kalian problematika yang besar, karena kami punya Allah yang Maha Besar'.

Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosa kita semuanya.

Mari kita tebarkan kasih sayang di muka bumi. Ingat, Khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi manusia yang lain tanpa mempedulikan golongan, ras, suku, bahkan agama apa pun dia.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved