Ini 3 Kisah Kasus Pasien Miskin vs RSUDAM, Nomor 2 Paling Viral dan Nomor 3 Paling Tragis
Ternyata banyak kasus terkait masyarakat miskin dengan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung selama ini.
Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Teguh Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Ternyata banyak kasus terkait masyarakat miskin dengan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung selama ini.
Paling tidak, dari banyaknya kasus tersebut, ada tiga kasus yang sempat mencuri perhatian masyarakat.
Baca: Bocah yang Tersengat Listrik Itu Merupakan Penjaga Gawang di Sekolah
Bahkan beberapa kasus ini sempat menjadi bahasan hingga media nasional.
1. Kasus Ibu dan Bayi Tertahan Akibat Tak Ada Uang
Kasus ini adalah kasus terbaru yang menimpa Indarti, warga kelurahan Gapura, Kotabumi, Lampung Utara hanya bisa pasrah.
Usai melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, wanita ini tak sanggup membayar biaya persalinan.
Akhisnya Indarti dan bayinya tertahan di rumah sakit.
Indarti yang ditemui Tribunlampung.co.id sambil menggendong bayinya di Ruangan Delima kelas 1C RSUDAM menceritakan, dirinya sudah sejak Jumat, 3 November 2017 berada di RS.
Sampai Kamis, 9 November 2017, Indarti masih belum bisa keluar karena tidak sanggup membayar biaya perawatan pasca melahirkan yang hampir mencapai Rp 10 Juta.
"Ceritanya waktu Jumat saya menuju tempat saudara di Bandar Lampung, dan pada saat itu tiba-tiba saya mengalami kontraksi dan langsung dibawa ke RSUDAM," katanya.
Awalnya, kata Indarti, ia mau berobat ke tempat persalinan lain.

Namun akhirnya diputuskan di RSUDAM karena dinilai biayanya lebih murah.
"Saya juga kan punya BPJS Kesehatan, jadi bisa meringankan biaya. Nah awal kekagetan saya ini ketika tiga hari kemudian kita dapet tagihan dari pihak RS yang totalnya 6 juta sekian (per hari Selasa biaya untuk ibu Rp 6.519.500 plus biaya bayi Rp 1.305.000), itu total dari biaya perawatan ibu dan anak," katanya.
"Nah dari situ saya kebingungan kok biayanya mahal banget sampai segitu, sementara saya cuma punya uang Rp 3 jutaan saja,” ujar wanita yang berprofesi sebagai pedagang ini.