Ini 3 Kisah Kasus Pasien Miskin vs RSUDAM, Nomor 2 Paling Viral dan Nomor 3 Paling Tragis

Ternyata banyak kasus terkait masyarakat miskin dengan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung selama ini.

Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Teguh Prasetyo
tribun lampung / kolase
Berlin, putri pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dibawa naik angkot dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) di Jl Rivai menuju Bundaran Radin Inten di Hajimena dengan jarak sekitar 7,1 kilometer. 

"Kalau tidak ada itu, siapa yang mau jamin," ujarnya.

Terkini, Indarti dan bayinya akhirnya mendapatkan bantuan donasi dari Forum Masyarakat Transparansi Lampung yang melunasi kekurangan biaya ke RSUDAM.  

2. Bawa Jenazah Bayi Pakai Angkot

Hanya karena orangtuanya tidak mampu membayar sewa ambulans, jenazah bayi Berlin Istana yang berusia satu bulan asal Abung Timur, Lampung Utara, terpaksa dibawa naik angkutan kota di dalam Kota Bandar Lampung, Rabu 20 September 2017.

Berlin, putri pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dibawa naik angkot dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) di Jalan Rivai menuju Bundaran Radin Inten di Hajimena dengan jarak sekitar 7,1 kilometer.

Mereka semula hendak membawa jenazah sang bayi menggunakan bus dari Hajimena ke Lampung Utara.

Berlin, putri pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dibawa naik angkot dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) di Jl Rivai menuju Bundaran Radin Inten di Hajimena dengan jarak sekitar 7,1 kilometer.
Berlin, putri pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dibawa naik angkot dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) di Jl Rivai menuju Bundaran Radin Inten di Hajimena dengan jarak sekitar 7,1 kilometer. (tribun lampung / kolase)

Namun, berkat bantuan warga yang menelepon Ambulans Gratis Pemkot Bandar Lampung, akhirnya perjalanan dilanjutkan menggunakan ambulans.

Pihak RSUDAM sudah memberi klarifikasi dengan menyatakan terjadi kesalahpahaman akibat mis-administrasi.

Ardiansyah, ayah korban, yang ditemui Tribun Lampung di Abung Timur pada Rabu malam menuturkan, awal permasalahan terjadi ketika ia mengurus administrasi kepulangan jenazah bayinya dari RSUDAM.

Saat itu, petugas RSUDAM mengatakan adanya perbedaan nama yang tercantum, antara kartu BPJS dengan nama yang tertera di bagian formulir pendaftaran.

Baca: Uluran Tangan Donatur Bawa Indarti Pulang dari RSUDAM, Siapakah Dermawan Tersebut?

"Nama yang tertera saat pendaftaran adalah Delpasari, sementara di kartu BPJS tertera Berlin Istana," ungkap Ardiansyah saat ditemui di rumah duka, Rabu malam. Delpasari adalah nama ibu sang bayi.

Petugas rumah sakit itu mengatakan, jika terjadi hal demikian, harus diurus ulang dan memakan waktu lama.

Di sela negosiasi, oknum sopir ambulans meminta uang Rp 2 juta untuk memperpendek urusan.

3. Pasien Winda Sari Diusir dan Dibawa Pakai Gerobak

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved