TribunLampung/

Unit Usaha Produktif Jadikan Ponpes Ushuludin Lebih Mandiri

Dengan adanya kemandirian ekonomi ini, ponpes bisa berkembang tanpa harus tergantung dengan donatur dari pihak lain.

Unit Usaha Produktif Jadikan Ponpes Ushuludin Lebih Mandiri
tribunlampung/dedi
KH Ahmad Rafiq Udin (kanan), pengasuh Pondok Pesantren Ushuludin, memberi pakan lele di kolam bioflok. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PENENGAHAN - Pengembangan ekonomi melalui unit usaha produktif menjadi salah satu yang dikembangkan di Pondok Pesantren Ushuludin.

KH Ahmad Rafiq Udin, pengasuh Pondok Pesantren Ushuludin di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mengatakan, pengembangan unit-unit usaha ini dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi ponpes.

Dengan adanya kemandirian ekonomi ini, ponpes bisa berkembang tanpa harus tergantung dengan donatur dari pihak lain.

Baca: VIDEO: Pertama di Lamsel, Ponpes Ini Budi Daya Lele dengan Teknologi Bioflok

Baca: Ini Keuntungan Budi Daya Lele dengan Teknologi Bioflok

“Seperti di kita, ada 45 lebih santri yang kita beri beasiswa. Seperti anak yatim. Dengan infak atau sedekah, tentu tidaklah cukup membiayai operasional dan pengembangan pondok ke depannya. Karenanya, kita kembangkan unit-unit usaha untuk menciptakan kemandirian ekonomi pondok,” terang Ahmad, Selasa (13/2/2018).

Menurut Ahmad, selain menciptakan kemandirian ekonomi pondok pesantren, pengembangan unit usaha ini juga menjadi wadah mengembangkan softskill para santri, sehingga bisa memiliki keterampilan khusus lainnya.

Tidak hanya bekal ilmu agama. Tetapi mereka juga memiliki keahlian lainnya yang dapat menjadi bekal saat kembali ke kehidupan bermasyarakat.

“Seperti budi daya ikan lele menggunakan teknologi bioflok ini. Bisa saja nanti usai menempuh pendidikan di ponpes dan kembali ke tengah masyarakat, para santri ini juga mengembangkannya,” ujarnya.

Pria yang telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya ini pun melihat pengembangan kemandirian ekonomi ponpes melalui pengembangan unit-unit usaha ini ke depan perlu menjadi perhatian dunia pendidikan ponpes dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

“Ke depan, tentu tidak hanya materi pendidikan agama dan juga pendidikan formal lainnya yang diberikan. Pembentukan softskill juga perlu diberikan sebagai bekal tambahan bagi santri,” tandasnya. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help