Tribun Lampung Utara

Kisah Tri Purwo Handoyo, Warga Kotabumi yang Sulap Sampah Jadi Pupuk Organik

Hasilnya, seluruh perkarangan di Lingkungan VI, RT V Kelurahan Rejosari, Kotabumi, berubah menjadi lingkungan tanaman hijau organik.

Kisah Tri Purwo Handoyo, Warga Kotabumi yang Sulap Sampah Jadi Pupuk Organik
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Tri Purwo Handoyo menunjukkan alat yang dapat menyulap sampah menjadi pupuk organik. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Menjaga lingkungan sangatlah penting, terutama tidak membuang sampah sembarangan.

Inilah yang menjadi dorongan kuat bagi seorang Tri Purwo Handoyo untuk menyulap limbah sampah menjadi pupuk organik.

Ia mengaku mempelajarinya secara otodidak dengan mencari sumber di internet.

Tri menceritakan, hasil karyanya saat ini telah memengaruhi warga di lingkungan sekitarnya untuk memanfatkan sampah menjadi pupuk.

Tri Purwo Handoyo menggunakan pupuk organik dari sampah untuk memupuk tanamannya.
Tri Purwo Handoyo menggunakan pupuk organik dari sampah untuk memupuk tanamannya. (Tribun Lampung/Anung Bayuardi)

Hasilnya, seluruh perkarangan di Lingkungan VI, RT V Kelurahan Rejosari, Kotabumi, berubah menjadi lingkungan tanaman hijau organik.

Baca: Terinspirasi Gerakan Estonia, Pelajar dan PNS Bersihkan Sampah di Jalan

Baca: Dampak Penumpukan Sampah Dibiarkan Berhari-hari

“Saya dan keluarga mencoba bagaimana mengubah sampah menjadi hal yang bermanfaat. Gagal, kami coba lagi dan seterusnya. Selama enam tahun kami mencobanya. Akhirnya kami mampu mengubah sampah menjadi hal yang bermanfaat,” ujar Tri di kediamannya, Minggu, 23 September 2018.

Dijelaskannya, diawali dengan memilah sampah organik dan nonorganik, selanjutnya memanfaatkan sampah organik dan mencapurnya dengan E4 dan diproses menggunakan komposter buatan sendiri (manual).

“Dengan komposter itu, kami buat pupuk kompos cair dan padat. Hingga saat ini kami dan lingkungan di sini telah memanfaatkan sampah untuk dijadikan pupuk. Tanamannya pun lebih sehat,” jelasnya seraya menambahkan, hasil karyanya telah dimanfaatkan beberapa kelompok pedesaan di Lampung Utara. ‎(*)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved