Dapat Upah Rp 15 juta, Sepasang Kekasih Antar Sabu untuk Napi Way Huwi

Sepasang kekasih yang tertangkap polisi di Bundaran Hajimena-Rajabasa ternyata mendapat order dari napi.

Dapat Upah Rp 15 juta, Sepasang Kekasih Antar Sabu untuk Napi Way Huwi
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Pasangan kekasih ini menjadi tersangka pengantar 200 gram sabu dari Aceh yang merupakan pesanan seorang napi Lapas Way Huwi. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sepasang kekasih yang tertangkap polisi di Bundaran Hajimena-Rajabasa beberapa waktu lalu ternyata mendapat order dari seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi. Keduanya memperoleh upah Rp 15 juta untuk mengantar narkoba jenis sabu kepada napi tersebut.

Pasangan kekasih itu adalah Hermansyah dan Kartini, warga Aceh. Sementara napi yang memesan narkoba kepada keduanya bernama Azril Wait, juga warga Aceh. Azril memesan sabu kepada Hermansyah dan Kartini seberat 200 gram.

"Jadi, dua orang (Hermansyah dan Kartini) ini ada keterlibatan dengan napi yang di Lapas Way Huwi. Azril, napi tersebut, adalah pemesan sabu 200 gram kepada keduanya," jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Shobarmen, Kamis (27/9/2018).

Barmen, sapaan akrabnya, mengungkapkan, tim terlebih dahulu mengamankan Azril dari dalam lapas usai memperoleh informasi dan melakukan penyelidikan. Saat itu, beber dia, Hermansyah dan Kartini masih berada di Aceh.

"Azril sudah memesan (sabu). Lalu, kami telusuri dengan mengirim anggota untuk mengikuti kedua tersangka di Aceh," papar Barmen. "Uniknya, saat anggota mengikuti, keduanya mampir ke beberapa kota. Seperti Palembang dan kota lainnya," sambung Barmen.

Hingga akhirnya Hermansyah dan Kartini sampai di Bundaran Hajimena-Rajabasa, Tugu Raden Intan, tim Sub Direktorat III Ditresnarkoba Polda membekuk keduanya. Tim mendapati barang bukti sabu di celana short.

Barmen mengungkapkan, napi Azril sudah beberapa kali memesan sabu.

"Jumlahnya tidak terhitung. Karena itu, kami masih melakukan pengembangan dari narapidana ini," katanya.

Hermasyah sendiri mengakui sabu tersebut pesanan napi bernama Azril.

"Dia tanya, butuh kerjaan enggak? Saya bilang, ya butuh. Terus, dia suruh bawa sabu itu," tuturnya.

Hermansyah mengaku mendapat upah Rp 15 juta plus ongkos untuk mengirim sabu seberat 200 gram.

"Rencananya uang itu buat modal nikah kami (dengan Kartini)," ujarnya.

Atas perbuatannya, Hermansyah dan Kartini terjerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 subsider pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara minimal 5 tahun dan denda Rp 13 miliar.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help