Tribun Tulangbawang

Polisi Bongkar Modus Rumah Makan Dijadikan Tempat Judi Jackpot

Penangkapan tersangka merujuk informasi dari warga yang mengaku resah dengan aktivitas judi jackpot dingdong di rumah makan milik pelaku.

Polisi Bongkar Modus Rumah Makan Dijadikan Tempat Judi Jackpot
ISTIMEWA
Tekab 308 Polres Tulangbawang membongkar kedok rumah makan yang menyediakan tempat judi jackpot dingdong. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Tekab 308 Polres Tulangbawang membongkar kedok rumah makan yang menyediakan tempat judi jackpot dingdong.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan Muhamad Jeni (24), warga Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang.

"Muhamad Jeni ini adalah pemilik warung makan".

"Tersangka ditangkap dirumahnya Rabu lalu ," terang Kasatreskrim Polres Tuba AKP Zainul Fachry mewakili Kapolres AKBP Syaiful Wahyudi, Jumat (11/1/2019).

37 Sapi di Kecamatan Pubian Lamteng Mati, Peternak Rugi Ratusan Juta

Zainul mengatakan, penangkapan tersangka merujuk informasi dari warga yang mengaku resah dengan aktivitas judi jackpot dingdong di rumah makan milik pelaku.

Berbekal informasi tersebut, polisi lalu meluncur ke lokasi rumah makan yang dimaksud.

"Di TKP anggota menemukan tiga mesin judi jackpot beserta koin".

"Selanjutnya barang bukti berikut pemilik warung makan dibawa ke Mapolres Tulangbawang," papar Zainul.

Menurut pengakuan dari tersangka, telah menjalankan aktivitas tersebut sejak dua bulan belakangan dengan omzet Rp 20 ribu sampai Rp 70 ribu per hari.

Dua Pelaku Curas Motor di Menggala Diringkus di Rumah Kontrakan

Koin dijual pelaku Rp 1.000 per koin dan rata-rata pemainnya merupakan sopir mobil yang mampir di rumah makan milik pelaku.

Dari TKP, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiga mesin judi jackpot merek Dingdong dengan kondisi satu aktif dan dua rusak serta 59 buah koin warna silver berlabel MT.

"Tersangka sudah ditahan dan akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian".

"Diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun," tandas mantan Kasatreskrim Polres Mesuji ini. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved