Tribun Lampung Selatan

BMKG Pasang Alat Sensor Water Level di Pulau Sebesi

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (MBKG) memasang alat sensor water level (pendeteksi perubahan ketinggian pasang air laut) di Pulau Sebesi.

BMKG Pasang Alat Sensor Water Level di Pulau Sebesi
Tribunlampung/Dennish
Pulau Sebesi 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (MBKG) memasang alat sensor water level (pendeteksi perubahan ketinggian pasang air laut) di Pulau Sebesi.

Kepala Bagian Humas BMKG Pusat, Taufan Maulana membenarkan adanya pemasangan alat sensor water level di pulau Sebesi. Menurutnya alat tersebut sudah dipasang sejak awal Januari lalu.

“Baru dipasang di Lampung di Sebesi dan juga dipasang di Banten,” kata dia kepada tribun melalui pesan WA kepada tribun, Kamis (31/1).

Taufan mengatakan untuk saat ini di Lampung baru di pulau Sebesi.

Sedangkan untuk di pesisir kecamatan Rajabasa Lampung Selatan yang menjadi salah satu daerah terparah terkena tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu belum dipasang.

Caleg Gerindra Penadah 25 Mobil yang Diduga Hasil Penipuan Ditangkap Polisi

Untuk di Indonesia sendiri, ujarnya, alat sensor water level ini sudah dipasang di 26 tempat di seluruh Indonesia.

Pencuri Sapi Wagyu di Lamtim Sudah Diamankan oleh gabungan Polres Lamtim dan Polres Pati

Sebelumnya Umar warga pulau Sebesi yang juga penggiat wisata di pulau tersebut membagikan postingan gambar alat sensor water level yang dipasang didekat dermaga pulau Sebesi pada akun Facebooknya.

Pasca tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pemerintah memberikan perhatian pada pemasangan alat deteksi tsunami  di sekitaran gunung api ditengah laut tersebut.

Dengan adanya alat sensor water level yang dipasang di pulau Sebesi yang merupakan pulau berpenghuni terdekat dengan GAK, adanya perubahan pasang air laut yang dapat memicu tsunami akan dapat terdeteksi lebih dini sehingga bisa memberikan early warning (peringatan dini) yang lebih cepat.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved