Tribun Tulangbawang

Satreskrim Polres Tuba Ungkap Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian di Sosmed

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulangbawang berhasil menangkap pelaku penyebar ujaran kebencian di sosmed (sosial media).

Satreskrim Polres Tuba Ungkap Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian di Sosmed
Tribunlampung/Endra
Polres Tuba tangkap pelaku ujaran kebencian hina suku lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulangbawang berhasil menangkap pelaku penyebar ujaran kebencian di sosmed (sosial media).

Pelaku yakni Ahmad Nopendi alias Gembong (21), warga Tiyuh Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Kasat Reskrim AKP Zainul Fachry mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pelaku ditangkap Jumat (8/2), sekitar pukul 04.00 WIB, saat turun di loket dari Bus Lorena, di Pasar Unit 2, Tulangbawang.

"Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari Mukhlisi Alfian (61), berprofesi wiraswasta, warga Menggala. Tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / 301 / X / 2018 / Polda Lpg / Res Tuba, tanggal 19 Oktober 2018," terang Zainul, Sabtu (09/02).

Zainul mengatakan, pelaku memposting gambar tugu pengantin yang disertai status penghinaan di akun FB (facebook), Kamis (11/10/2018), sekira pukul 11.53 WIB.

Minum Kopi, Makan Durian dan Hubungan Badan dengan Pacar, Tubuh Sandi Kejang-kejang lalu Tewas

Akibatnya pemilik akun FB yang telah di hack oleh pelaku sering mendapatkan ancaman karena telah dinilai orang sebagai orang yang memposting gambar disertai status tersebut dan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Polisi lalu lalu melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya.

Berkat keuletan dan kegigihan petugas kami di lapangan, akhirnya pelaku yang sempat melarikan diri ke Jakarta berhasil ditangkap saat akan kembali pulang ke rumahnya.

Senin Besok Jokowi Diagendakan Resmikan JTTS Bakauheni-Terbanggi dan Dermaga Eksekutif Bakauheni

Saat ditangkap, pelaku sempat berkelit dan tidak mengakui perbuatannya.

Setelah pelaku dibawa ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan serta ditemukan HP (handphone) Lenovo A1000 warna hitam di dalam kamar adiknya.

5 Kasus yang Menjerat Habib Bahar bin Smith, Penganiayaan Anak hingga Ujaran Kebencian

"Pelaku baru mengakui perbuatannya dengan alasan agar Sahuri yang merupakan pemilik akun FB yang di hack oleh pelaku dibenci dan dicelakai oleh warga. Menurut pelaku semenjak Sahuri ikut perguruan Setia Hati, dia menjadi sok-sokan,” papar mantan Kasatreskrim Polres Mesuji ini.

Seminggu Berlalu, Pemuda Diduga Lakukan Ujaran Kebencian Donasi Tsunami Selat Sunda Menghilang

Dalam perkara ini, polisi melakukan barang bukti berupa satu lembar screenshot postingan yang diunggah oleh pelaku di akun FB Hury Caak Ciliek Owye dan HP Lenovo A1000 warna hitam.

“Pelaku sudah ditahan di Mapolres Tulangbawang dan akan di jerat dengan Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 Miliar," tandas Zainul. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved