Breaking News:

Headline News Hari Ini

Karier Bintang Polisi Non-Akpol Berdarah Lampung: Edward Syah Pernong

Di institusi kepolisian, nama Brigjen Edward Syah Pernong tak awam lagi. Ia lama berkecimpung di bidang reserse.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung
Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko (kanan) dan calon Kapolda Lampung Edward Syah Pernong (kiri). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Di institusi kepolisian, nama Brigjen Edward Syah Pernong tak awam lagi. Ia lama berkecimpung di bidang reserse, dan dikenal sebagai pemberantas bandit dan preman.

Karier Edward Syah Pernong di Korps Bhayangkara termasuk cemerlang. Ia menjadi satu di antara segelintir polisi dari jalur non-Akademi Kepolisian (Akpol), yang bisa menyandang tanda bintang di pundak.

Edward meraih sarjana dari Fakultas Hukum Universita Gadjah Mada pada 1983. Ia mengawali karier kepolisian saat mendaftar Sekolah Pewira (Sepa), kini bernama Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).

Ditempatkan pertama di PTIK pada 1984, Edward disekolahkan oleh gubernur PTIK saat itu, di Dikjur Serse. Nama Edward mulai menghiasi media massa sejak menjabat Kasatserse Polres Metro Bekasi pada 1992.

Prestasi paling menonjol adalah mengungkap kasus perampokan disertai perkosaan sadis terhadap wanita dan bocah keturunan Tionghoa, yang dikenal sebagai kasus Acan pada 1995.

Kasus yang menggegerkan Tanah Air ini berujung penghargaan. Edward Syah Pernong dipanggil oleh Presiden Soeharto dan dianugerahi Lencana Adhi Satya Bhakti.

Pada 1997, Edward Syah Pernong dimutasi sebagai Kasat Reskrim Jakarta Pusat. Di tempat baru ini pula, pria kelahiran Jakarta, 27 Januari 1958 ini, mengungkap kasus besar. Adalah Siswanto atau dikenal sebagai Robot Gedek, yang melambungkan nama Edward.

Robot Gedek merupakan pelaku perbuatan kriminal berupa sodomi disertai pembunuhan anak kecil di sekitar Jakarta dan Jawa Tengah pada rentang waktu 1994-1996 dengan korban 12 orang anak. Kasus ini sangat menarik perhatian publik pada masa tersebut.

Karier Edward terus melejit. Ia mendapat promosi jabatan komisaris besar (kombes), kemudian diangkat menjadi Kapolres Metro Bekasi, lalu Kapolres Jakarta Barat.
Di Jakarta Barat, Edward Syah Pernong kembali menjadi "buah birbir".

Pasalnya, Edward menjebloskan preman Tanah Abang, Hercules, beserta seratusan anak buahnya karena menduduki lahan sengketa.

Edward Syah Pernong kemudian dipercaya menjadi Kapolwiltabes Semarang pada 2009, hingga pada 5 Januari kemarin dimutasi menjadi Kapolda Lampung.(ben/wikipedia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved