Makam Keluarga Raja Ini Dibongkar demi Pembangunan Flyover Teuku Umar-ZA Pagar Alam
"Semua dana dari pemerintah. Jadi kita pindahkan makam keluarga. Lagian ini juga untuk kemajuan kota Bandar Lampung, maka kami juga mengikuti,"
Penulis: Dewi Anita | Editor: taryono
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Sebanyak 18 makam yang berada di Jalan Teuku Umar, Kedaton akan dibongkar untuk kelancaran pembangunan flyover (jalan layang).
Kemarin sudah delapan makam di Taman Pemakaman Raden Saleh yang dibongkar dan pindahkan ke lokasi yang sama di bagian belakang.
Makam yang dipindahkan yakni makam keluarga besar almarhum Hi Muhammad Isa, Hi Mansur Husin, Hi Ahyar Husin, dan Ayub.
Di makam ini merupakan keturunan Raja 40. Dedi Firdauzi, salah satu keluarga besar Muhammad Isa mengatakan, pembongkaran makam keluarga sudah diikhlaskan.
Pembongkaran dilakukan dan dibiayai Pemerintah Kota Bandar Lampung. "Kami ikhlas beberapa makam keluarga kami dipindahkan," kata Dedi, Selasa (28/3).
Menurut Dedi semua biaya pemindahan makam dan juga pembuatan pagar makam diberikan dari Pemkot Bandar Lampung.
"Semua dana dari pemerintah. Jadi kita pindahkan makam keluarga. Lagian ini juga untuk kemajuan kota Bandar Lampung, maka kami juga mengikuti," kata Dedi.
Sebanyak 18 makam yang akan dipindah masih di lokasi yang sama.
"Jumlah ada 18 makam yang dipindahkan, tapi tadi (kemarin) baru delapan. Besok (hari ini) akan dipindahkan empat dan selanjutnya akan dipindahkan dalam minggu ini sampai selesai," ujarnya. Semua makam yang dipindahkan kemarin merupakan keluarga besar Dedi Firdauzi.
Dari Pantauan Tribun Lampung beberapa makam yang terletak di Jalan Teuku Umar atau tak jauh dari Puskesmas Kedaton telah dipindahkan oleh keluarga di lokasi pemakaman yang sama di tanah pemakaman yang masih kosong.
Proses pemindahan ini sempat menjadi perhatian warga yang melintas di Jalan Teuku Umar.
Tebang Pohon
Selain pemindahan makam, pohon-pohon yang berada di median jalan Teuku Umar sudah mulai ditebang. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Bandar Lampung Agustini didampingi Kepala Bidang Pertamanan, Veni mengatakan untuk penebangan pohon yang saat ini dilakukan sekitar 12 pohon.
"Pohon besar akasia ada lima, dua pohon tanjung," kata Veni saat ditemui di lokasi penebangan pohon. Menurutnya, selain penebangan pohon di ruas jalan Teuku Umar, penebangan juga dilakukan disebagian ruas Jalan ZA Pagar Alam. "Untuk pohon yang sekarang ditebang masih di ruas Teuku Umar dan ada juga di ZA Pagar Alam," tambahnya.
Selain pohon, tanaman dan juga pohon kecil yang dapat di karantina maka dipindahkan dan di karantina di lokasi kebun bibit Kemiling.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/makam-di-taman-pemakaman-raden-saleh-di-bongkar_20170329_112506.jpg)