10 Jenis Hukuman yang Bikin Anak Trauma, Nomor 2 dan 3 Banyak Dilakukan Orangtua
"Pemahaman yang dangkal terhadap efektivitas hukuman, membuat mereka memberlakukan hukuman yang belum tentu efektif terhadap anak"
“Hal ini membuat anak menjadi tidak suka dengan pelajaran dan melebihi kapasitas kemampuan fisik dan mentalnya.”
8. Menghukum anak dengan tidak memperbolehkan masuk ke dalam rumah selama berjam-jam.
Melanggar hak anak dan tidak relevan, serta menimbulkan rasa tidak aman.
9. Menghukum dengan membuang mainan-mainan anak.
“Menimbulkan trauma pada anak. Akibatnya, anak akan melihat bahwa membuang barang-barang yang sudah dibeli atau masih bagus adalah hal yang boleh dilakukan.”
10. Menghukum dengan menakut-nakuti atau mengancam dengan hal yang tidak benar.
Mengatakan ‘Kalau kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah, Pak Polisi akan ke rumah, dokter akan menyuntik’.
“Ini menimbulkan rasa cemas pada anak. Jika anak tahu orang tua berbohong, anak belajar bahwa berbohong adalah hal yang boleh dilakukan dan juga belajar manipulasi.”
Lalu bagaimana cara memberi hukuman yang hasilnya efektif pada anak?
Lakukan 5 hal berikut:
1. Tegurlah anak terlebih dahulu.
2. Berikan apresiasi kalau anak kemudian melakukan hal positif atau sesuai harapan.
“Terkadang karena terlalu fokus dengan perilaku negatif, orang tua atau sekolah mengabaikan perilaku positif yang telah dilakukan anak meskipun hanya kecil.”
3. Berikan hukuman yang relevan dan sesuai dengan usia anak.
Misalnya, bila anak melanggar aturan di rumah, dia tidak boleh menonton channel televisi tertentu pada jam tertentu.
4. Berikan hukuman sesuai usia anak.
5. Bahas bersama mengenai kesalahan yang ia buat dan bahas mengenai apa yang akan dilakukan anak kemudian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-memarahi-anak_20170607_133143.jpg)