Alasan Mengapa Tidak Boleh Terlalu Sering Menggunakan Lulur
Terlalu sering menggunakan lulur atau melakukan perawatan pengelupasan tak baik bagi kesehatan kulit kita.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Merawat kecantikan kulit merupakan salah satu hal yang wajib kita lakukan sebagai perempuan.
Misalnya, dengan menggunakan lulur secara rutin.
Namun tahukah Anda, bahwa kita sebenarnya tak boleh terlalu sering menggunakan lulur?
Terlalu sering menggunakan lulur atau melakukan perawatan pengelupasan tak baik bagi kesehatan kulit kita.
Meskipun kita sering mendengar rekomendasi untuk menggunakan berbagai macam lulur secara rutin baik agar kulit kita semakin bersih dan cantik.
Namun, pada faktanya kulit tubuh kita akan semakin terkikis karena penggunaan lulur terlalu sering.
Bahkan, bisa sampai menimbulkan peradangan, lo.
Menurut celebrity facialist Joanna Vargas, melakukan pengelupasan kulit setiap hari bisa membuat kulit kehilangan kelembapan dan minyak alaminya, sehingga bisa memicu tumbuhnya jerawat.
Selain itu, juga bisa menyebabkan iritasi karena kulit yang baru tumbuh terus terkelupas sebelum tumbuh optimal.
Tak hanya penggunaan setiap hari, penggunaan lulur secara rutin dalam jangka waktu yang lama harus kita waspadai, lo.
Menurut Carrie Lindsey, seorang ahli kecantikan, seiring berjalannya waktu lulur akan membuat kulit semakin tipis dan memicu munculnya kerutan.
Selain itu, kulit merupakan bagian tubuh yang mandiri yang bisa mengelupas dan membersihkan sel kulit mati secara otomatis.
Bila kita melakukan lulur terlalu sering, maka pertumbuhan sel kulit yang baru akan semakin lama, seperti yang dijelaskan oleh Elizabeth Tanzi, MD., dokter kulit dari Washington, DC.
Sebaiknya, kita melakukan lulur maksimal dua hingga tiga hari dalam seminggu untuk kulit normal dan kulit kombinasi.
Sedangkan untuk kulit sensitif cukup sekali seminggu, jelas Dr. Tanzi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/lulur_20161015_120914.jpg)