Ayahnya Tewas dalam Kecelakaan Maut, Anaknya Kaget 5 Kali Ditelepon Sang Ayah
Ayahnya Tewas dalam Kecelakaan Maut, Anaknya Kaget 5 Kali Ditelepon Sang Ayah.
Penulis: Muhammad Heriza | Editor: Heribertus Sulis
Semasa hidup, kata Saiful, almarhum juga dikenal sangat dermawan dan suka membantu orang lain di sekitar tempat tinggalnya.
"Saya bahkan berani acungkan jempol untuk adik saya. Pribadinya siapa yang tidak tahu, semua tahu. Ketika dimakamkan saya juga heran, almarhum hanya orang sipil tapi yang melayat dan mengantarkan hingga ke liang lahat sangat padat, mulai dari Marinir, Polisi, Brimob semua ada. Saya ya juga kaget," ujar Saiful.
Putri tertua almarhum Lisca Juita (22) mengatakan, ada semacam pesan yang ingin disampaikan ayahnya kepada dirinya sebelum kecelakaan itu terjadi.
Menurut Lisca, Rabu itu sang ayah berusaha menelponnya lebih dari lima kali. Fauzi bahkan menghubungi nomor teman yang sedang bersama Lisca.
"Ayah nggak pernah telepon sebanyak itu, kalau udah dua kali nggak diangkat ya udah. Ini sampai lebih lima kali, bahkan telepon juga ke nomor teman saya," katanya.
Posisi saya kan di Jakarta ikut tes Kejaksaan di sana. Setelah itu saya telepon balik dan ngobrol panjang, dan itu juga nggak pernah terjadi sebelumnya," tambah Lisca sembari mengusap air mata.
Dalam perbincangan telepon itu, lanjut Lisca, ayahnya berpesan agar dirinya berhemat, hidup banyak bersyukur dan sederhana.
"Ayah selalu support dan memberikan motivasi kepada anak-anaknya. Baik saya, Alberto atau Monica Amelia (14). Intinya apapun yang dikerjakan harus selalu berusaha sebaik mungkin, jangan pernah menyerah. Pendidikan nomor satu, mau kepala jadi kaki, kaki jadi kepala pokoknya jangan menyerah," tutup Lisca.
Sementara istri almarhum, Nurlela (42) mengaku tidak pernah ada firasat apapun sebelum suaminya pergi.
Semua berjalan seperti biasa. Hanya yang selalu dipesankan ke keluarga jangan pernah lupa bersyukur.
Nurlela juga mengaku tegar dan tabah menerima apa yang sudah terjadi pada suaminya.
Dia mengatakan, hidup dan mati sudah ada yang mengatur, manusia hanya bisa pasrah dan berdoa.
"Saya dan anak-anak sudah ikhlas untuk ini semua. Saya berterima kasih atas saudara dan yang lain sudah membantu dengan doa dan memberi semangat kepada keluarga kami," tuturnya.
"Tuhan juga pasti memberikan yang terbaik bagi semuanya," tambah Nurlela.