Segini Perkara Ganti Rugi Lahan Jalan Tol Trans Sumatera yang Belum Incraht

Perkara terkait ganti rugi lahan proyek jalan tol trans Sumatera (JTTS) di Lampung banyak yang belum selesai.

Segini Perkara Ganti Rugi Lahan Jalan Tol Trans Sumatera yang Belum Incraht
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Rapat koordinasi peresmian jalan tol trans sumatera (JTTS), Rabu, 15 November 2017, di PN Kalianda, Lampung Selatan. Rencananya Presiden Joko Widodo akan meresmikan dua titik yakni ruas Sabah Balau - Kota Baru di kecamatan Jati Agung sepanjang 7 kilometer dan ruas Bakauheni interchange desa Hatta sepanjang 8 kilometer, pada 15 Desember 2017. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGSELATAN - Perkara terkait ganti rugi lahan proyek jalan tol trans Sumatera (JTTS) di Lampung banyak yang belum selesai.

Panitera Pengadilan Negeri Kalianda, Yusrizal, mengatakan ada sekitar 35 perkara terkait dengan ganti rugi untuk proyek jalan tol trans Sumatera yang masuk ke PN.

Baca: Juarai Miss International 2017 - Ini 2 Gaun Unik Kevin Liliana yang Panen Pujian Netizen

Sejauh ini, dari jumlah perkara tersebut belum ada yang incraht (memiliki kekuatan/keputusan hukum tetap).

"Untuk data pastinya ada di bagian perdata. Tapi sekitar 35 perkara untuk yang terkait dengan ganti rugi jalan tol dengan jumlah uang untuk ganti rugi yang dititipkan mencapai Rp 80 miliar," ujarnya seusai mengikuti rapat koordinasi di PN Kalianda, Rabu, 15 November 2017.

Menurutnya, untuk perkara yang masuk diantaranya terkait dengan sengketa kepemilikan. Baik antara satu warga dengan warga lainnya. Atau antara warga dengan pemerintah (dinas kehutanan).

Baca: Presiden Jokowi akan Resmikan 2 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung

PN Kalianda, kata dia, memberikan perhatian pada penyelesaian perkara-perkara terkait dengan pembangunan jalan JTTS.

Ini sebagai upaya membantu percepatan pembangunan JTTS agar bisa selesai sesuai dengan target pemerintah.

"Sebenarnya untuk PN itu sifatnya pasif. Jika ada perkara yang dimasukan ke PN, baru akan kita proses. Untuk perkara yang terkait dengan JTTS ini kita berikan prioritas untuk penyelesaiannya," terang Yusrizal.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved