Sabu Oknum PNS Tubaba Disuplai Napi Lapas Way Huwi

Saat ditanya identitas napi tersebut, Murbani mengaku belum bisa memastikannya.

Sabu Oknum PNS Tubaba Disuplai Napi Lapas Way Huwi
Mobil dinas oknum PNS Tubaba yang menjadi tersangka kasus sabu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penangkapan oknum PNS Pemkab Tulangbawang Barat terkait kasus narkoba diduga melibatkan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi.

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono mengatakan, sabu yang disita dari tangan Kasubbag Protokol Pemkab Tubaba Andika Widya Utama (32) ditengarai disuplai oleh seorang napi Lapas Way Huwi. Pemesanan dilakukan melalui telepon. 

Polisi menangkap lima pelaku narkoba. Dua di antaranya oknum PNS di Pemkab Tubaba, yakni Kasi Peningatan Mutu Minat Baca Dinas Perpustakaan Agus Kurniawan (35) dan Kasubbag Protokol Andika Widya Utama (32). 

Polisi juga menangkap seorang pria bernama Heldi Gunawan (34), warga Jagabaya, Bandar Lampung.

Baca: Satu Wanita Cantik yang Terjerat Narkoba Bersama PNS Tubaba Berstatus Perawat

Baca: Staf Protokoler Bupati Pesta Sabu, Terjaring Polisi di Hotel

Sebelumnya polisi mengamankan dua wanita, yakni Octamia Kusuma (29), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung, dan Nurul Choria Nabila (22), warga Sukabumi, Bandar Lampung. 

Dari tangan Octamia dan Nurul, polisi menyita barang bukti berupa seperangkat alat isap sabu (bong), satu plastik kecil, tiga sedotan, dan tiga buah korek gas api. 

Dari tersangka Agus, Andika, dan Heldi, polisi menyita 25 paket narkoba seberat 5,5 gram sabu, satu unit ponsel, dan uang tunai Rp 1,5 juta. 

"Bagaimana sabu didapatkan, ini yang sedang didalami. Kemungkinan kuat melalui perantara kurir," kata Murbani, Rabu, 14 Maret 2018.

Saat ditanya identitas napi tersebut, Murbani mengaku belum bisa memastikannya. Alumnus Akademi Kepolisian 1995 itu mengaku mengalami kesulitan untuk mengungkap peredaran narkoba yang melibatkan jaringan napi di dalam lapas.

"Kalau melibatkan napi, sulit untuk mau dikembangkan lagi. Kendati begitu, polisi akan tetap berusaha keras mengungkap kasusnya," ucap dia. (*)

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved