Lima Strategi Perlawanan Perempuan Madura Terhadap Pernikahan Dini

Tiadanya batasan definitif usia minimal boleh nikah dalam hukum Islam kerap menjadi legitimasi pernikahan dini.

Tayang:
Editor: Yoso Muliawan
Legum Locus
Ilustrasi Pernikahan Dini 

Bentuk-bentuk perlawanan terhadap perkawinan anak, setelah mereka dinikahkan dengan paksa, adalah bercerai.

Menurut pengakuan mereka, pihak yang menginginkan untuk bercerai adalah pihak perempuan. Mereka tidak mencintai suaminya karena pernikahan itu keinginan sepihak orangtuanya dan keluarga besan yang sebelumnya sudah menjalin komitmen bersama untuk menikahkan anak-anak mereka.

Perlawanan itu diekspresikan dalam beberapa bentuk.

1. Penolakan Melalui Pertengkaran

Pertama, pernikahan tetap dijaga sampai memiliki anak. Mereka menjalaninya dengan menunjukkan ekspresi penolakan melalui pertengkaran rumah tangga yang mereka tunjukkan sebagai bentuk ketidakcocokan.

Ini sengaja dilakukan oleh anak perempuan supaya suaminya segera menceraikannya. Mereka ingin segera keluar dari belenggu pernikahan yang dipaksakan.

2. Cinta Laki-laki Lain sebagai Alasan

Kedua, mencintai laki-laki lain sebagai alasan untuk mengakhiri pernikahan. Sikap ini merupakan sebuah keberanian anak perempuan dalam mengekspresikan keinginan mereka.

Seolah mereka ingin menunjukkan bahwa mereka mempunyai pilihan sendiri yang akan membuat hidupnya bahagia. Ungkapan ini terkadang tidak dalam bentuk ucapan, tetapi sikap yang dipendam dan tetap memberontak.

Seorang informan, misalnya, membuat surat kepada suaminya yang isinya dia mencintai laki-laki lain dan meminta suaminya menceraikannya.

Akhirnya, keinginannya terkabul. Keluarga suami datang dan mengurus perceraian.

Akibatnya, orangtuanya marah besar, karena menganggap perempuan yang meminta cerai adalah suatu aib.

3. Tak Layani Hubungan Seksual

Ketiga, setelah pesta nikah usai, anak-anak perempuan ini dengan sengaja tidak mau melayani hubungan seksual yang diminta oleh suaminya.

Bahkan, ada yang mengatakan dia akan tetap berlaku seperti itu sampai laki-laki yang bukan pilihannya itu tidak tahan dan akhirnya menceraikannya. Biasanya, orangtua mereka mencoba memberi pengertian supaya dia melayani suaminya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved