Baju Koko Black Panther Ternyata Dulu Didesain untuk Para Raja
Agbada merupakan pakaian pria yang biasa dikenakan oleh masyarakat Nigeria di Afrika Barat.
Pakaian ini memang mengandung unsur Islami karena pada akhir abad ke-18, tatanan kekuasaan wialayah yang saat ini sebagian besar ada Nigeria terkena dampak dari penyebaran agama Islam.
Penyebaran agama Islam tersebut dilakukan oleh Suku Fulani di bawah pimpinan Uthman dan Fodio.
Saat penguasa Fulani berhasil mengalahkan kekuatan utama Yoruba, Ibu Kota Yoruba ditinggalkan pada tahun 1830-an, penguasa Fulani yang baru membawa pakaian pria tersebut.
Modelnya terdiri dari jubah dan celana panjang longgar, yang sebenarnya disesuaikan untuk pakaian saat menunggang kuda.
Mereka juga membawa sebuah tradisi Islam berupa "jubah kehormatan" berbentuk gaun bersulam, dan dilengkapi dengan turban yang biasa dipakai penguasa serta pejabat pengadilan.
Dulu, para pangeran Arab dan penguasa lainnya membeli jubah terbaik untuk mereka sendiri, dan membagikannya kepada orang-orang di istana mereka.
Seiring berkembangnya jaringan perdagangan dan pakar tekstil yang melayani Raja Arab, banyak penguasa di luar Yoruba yang berada di luar kekuatan Fulani mengadopsi gaya berpakaian ini.
Hingga pada abad ke-20, pakaian ini pun diterima di wilayah Nigeria yang luas dan masuk ke negara-negara tetangga. (BBC Indonesia/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul: Baju Koko Black Panther Laris Manis di Ramadan, Ternyata Dulu Didesain Untuk Para Raja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/baju-koko-black-panther_20180526_192414.jpg)