Pemuda Miliarder Sumbangkan Harta dan Bangun Masjid Sebelum Meninggal
Ali segera memutuskan untuk mendistribusikan kekayaannya hingga Selasa (29/8/2018) lalu, filantropis itu meninggal dunia.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pernahkah sebelumnya Anda mendengar nama Ali Banat?
Dia adalah pemuda dari Sydney, Australia, yang hidup dengan gaya hidup mewah.
Ali gemar memakai pakaian rancangan desainer dan mengoleksi mobil-mobil mewah yang mencolok.
Namun tiga tahun lalu, dia didiagnosis mengidap kanker. Sejak itu, hidupnya kemudian berubah.
Ali segera memutuskan untuk mendistribusikan kekayaannya hingga Selasa (29/8/2018) lalu, filantropis itu meninggal dunia.
Jadi siapa sebenarnya Ali Banat?
Dilansir dari metro.co.uk, Ali berasal dari Greenacre di barat daya Sydney, dia memiliki hidup yang nyaman terlebih sukses menjalankan bisnisnya.
Dalam video Gifted with Cancer-nya, dia memamerkan kamar tidurnya yang dipagari dengan sepatu Louis Vuitton.
Dia juga menunjukkan gelang mahalnya senilai seharga Rp835 juta.
Bahkan, salah satu mobil koleksi Ali ialah Spider Ferrari, namun dia segera menyadari segala itu tidak berarti sejak Ali sakit.
"Ketika kamu tahu kamu sakit atau kamu tidak punya banyak waktu untuk hidup, ini adalah hal terakhir yang kamu ingin kejar. Dan itulah bagaimana kita harus menjalani kehidupan kita setiap hari," katanya.
Sejak didiagnosis mengidap kanker, Ali divonis hanya memiliki waktu tujuh bulan untuk hidup.
Namun, dia berhasil bertahan hidup selama tiga tahun usai diagnosis tahun 2015 itu.
Ali mengakhiri gaya hidup mewahnya dan lebih memilih memakai hartanya untuk membantu orang lain.
Pada 2015, dia membentuk sebuah proyek yang disebut MATW (Muslim Around The World).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ali-banat_20180531_171143.jpg)