Breaking News:

Pilgub Lampung 2018

Kasus Dugaan Politik Uang, Bawaslu Panggil Warga yang Sudah Meninggal 2 Tahun Lalu

Bawaslu Lampung memanggil warga Totoprojo, Way Bungur, Lampung Timur, Samijo yang telah wafat dua tahun lalu

Penulis: Beni Yulianto | Editor: soni

Massa tersebut merupakan pendukung paslon M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Mereka menuntut dugaan praktik politik uang (money politic) dalam Pilgub Lampung 2018 diusut tuntas.

Massa menggelar longmars sekitar 50 meter dari arah Hotel Asoka menuju kantor Bawaslu Lampung.

“Batalkan Arinal-Nunik karena sudah melakukan banyak pelanggaran dan bagi-bagi uang secara TSM (terstruktur, sistematis, dan masif). Bawaslu tegas usut politik uang di pilgub,” kata Rakhmad Husein, pendukung pasangan Herman HN-Sutono, yang juga menjadi orator dalam unjuk rasa ini.

“Kami hanya fokus meminta diskualifikasi Arinal-Nunik. Soal DKPP kan Bawaslu ataupun KPU itu masalah sangat kecil. Ini menyangkut nasib jutaan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah (Khoir) menyambut massa yang datang ke Bawaslu. Pihaknya akan memproses semua laporan dan temuan dugaan politik uang.

“Terkait laporan dugaan politik paslon nomor 3 sedang kami proses. Ada waktu tiga hari pelapor untuk melengkapi berkas. Kami memiliki waktu 14 hari untuk melakukan penanganan,” katanya.

Khoir berharap masyarakat ikut berperan aktif melaporkan secara resmi bila menemukan adanya dugaan pelanggaran Pilgub Lampung 2018 di lapangan.

“Untuk saat ini, temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Arinal-Nunik sekitar 11 perkara. Ada sebagian di kabupaten ditangani,” ucapnya.

Setelah unjuk rasa di kantor Bawaslu, massa yang dikawal ketat aparat keamanan TNI dan Polri bergerak menuju Mapolda Lampung. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved