3 Manfaat Jika Istri Cerewet

Sebaiknya, para suami tidak langsung kesal dan jengkel apabila istri cerewet. Karena, istri cerewet ternyata membawa

tribunnews
Ilustrasi istri cerewet. 

3. Mendukung dan Membela Istri

Ini memang tugas suami.

Namun bila bermasalah dengan mertua atau ipar, istri jangan memojokkan suami

Suami harus bisa senetral mungkin melihat situasi yang objektif.

Kalau memang istri perlu dibela, karena ada yang tak benar dilakukan orangtua, seharusnya suami membelanya.

Kalau istri salah, beritahu dengan baik, bukan malah membuatnya sakit hati.

4. Gantian Mengasuh Anak

Mengasuh anak itu melelahkan, belum lagi istri harus mengurus rumah tangga.

Wajar kalau istri berharap suami menggantikan beberapa saat saja.

Bisa ketika suami pulang kantor atau ketika libur, ia membebaskan istri belanja atau ke salon.

Kalau keduanya bekerja, rundingkan untuk membagi waktu dan tugas.

Jangan sampai, urusan anak dipegang babysitter (pengasuh).

5. Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga

Wajar bila istri ingin sering bersama suami.

Memang suami harus bekerja, tapi istri berharap setelah itu suami memberi waktu untuk keluarga.

Pun, di hari-hari liburnya.

Walau terkadang, suami harus lembur sampai malam atau di hari libur, tapi jika bukan prioritas mendesak, istri ingin suami pulang ke rumah lebih cepat.

6. Tidak Tergila-gila dengan Hobi

Ada lho suami yang suka lupa waktu dengan hobinya, misal asyik di depan internet atau mengutak-atik mobil.

"Ini berarti, suami masih bersifat kekanakan. Suami harus menyadari kalau dia sudah menikah, dituntut untuk tidak seperti dirinya di masa lalu, tapi sebagai pribadi yang lebih mature dan bertanggung jawab untuk keluarganya."

7. Tak Genit dan Tak Selingkuh

Tak ada istri yang ingin suaminya tak setia.

Jika suami punya nilai religius tinggi, biasanya berada di mana pun si istri bisa merasa aman.

Sebab, suami punya pegangan agama dan takut pada Tuhan.

Bila suami tak setia, perasaan istri biasanya sangat kuat.

Hal itu bisa dilihat pula dari perubahan tingkah laku suami.

Entah jadi lebih sayang pada istri atau justru tak peduli.

8. Tak Sering Pergi Malam Bersama Teman-temannya

Hal ini memang tak disukai istri karena lebih banyak cobaannya.

Meski mulanya tak apa-apa, lama-kelamaan bisa tergoda. 

Kemukakan hal itu pada suami untuk dicari jalan keluarnya.

Kalau suami tak mau mengubah diri, istri yang harus mau berubah pikiran atau ambil jalan tengah.

Misal, istri ikut bila suami pergi untuk juga mengenal teman-teman suami.

9. Suami Jujur

Ini memang harapan kaum istri. Hanya saja perlu dipikirkan, siapkah mendengar kejujuran?

Misal, suami punya track record sebagai playboy.

Siapkah istri kalau suami cerita petualangannya pada masa lalu?

Nah, kalau istri tak siap, ya, terima saja suami apa adanya.

10. Tak Melakukan Kebiasaan Buruk

Misalnya, merokok, tak ganti baju sepulang kantor, menyimpan kaus kaki sembarangan, judi, minum minuman keras, atau mencandu obat.

"Komunikasikan harapan ini dengan baik, tidak dengan omelan, sindiran, dan marah. Kalau tidak, malah tambah parah."

Kalau berusaha minta suami mengubah kebiasaan, jangan katakan, "Kamu selalu."

Tapi katakan, "Saya ingin." Atau, "Sepertinya akan lebih baik jika." 

11. Royal Memberi Uang Belanja

Setiap keluarga punya kebijakan keuangan.

Ada suami yang menyerahkan semua uangnya pada istri untuk dikelola, ada pula yang pakai sistem jatah, bahkan ada yang pelit hingga hanya memberi uang belanja ala kadarnya.

Kalau istri mau uang belanja lebih, pintar-pintarlah istri merayu suami.

Prinsipnya, komunikasikan dan saling pengertian.

12. Mendengar Nasihat Istri

Karena istri adalah rekan hidupnya, suami memang harus minta pendapat istri dalam mengambil keputusan.

Tetapi, istri juga mesti tahu tak semua suami bisa melakukan seperti itu, tergantung latar belakangnya.

Kalau istri ingin suami mendengar nasihatnya, istri harus pintar mengambil hatinya.

Misal, bicara seperti halnya seorang kekasih, yaitu dengan penuh afeksi, sehingga suami akan tergugah dan mendengarkan.

13. Membantu Keluarga Besar Istri

Boleh-boleh saja, suami membantu mertua dan ipar, begitu pula sebaliknya.

Hanya saja perlu diingat, bila sudah menikah, hal yang terpenting adalah keluarga inti, yaitu istri, suami, dan anak.

Bukan berarti, keluarga diabaikan.

Kalau suami bisa bantu, maka bantulah.

Jadi, istri janganlah menuntut kelewat tinggi, misalnya suami memerhatikan ibunya, menyekolahkan adiknya, memberi modal kakaknya, dan segala macam.

Baca: 10 Fakta Mengejutkan Wanita Ditemukan Usai Hilang 1,5 Tahun di Laut Pantai Selatan

Maka dengan begitu, keluarga bahagia diharapkan akan tercipta.

Jadi, jangan anggap istri cerewet dari sisi negatif, tetapi lihatlah manfaatnya. Suami pun mesti memberikan pengertian serupa. (Intisari-Online/Adrie P Saputra)

Sumber: Intisari Online
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved