Habisi Nyawa Satu Keluarga, Pria Kejam Ini Masih Bisa Tertawa
Habisi Nyawa Satu Keluarga, Pria Kejam Ini Masih Bisa Tertawa Saat Prarekonstruksi
Habisi Nyawa Satu Keluarga, Pria Kejam Ini Masih Bisa Tertawa Saat Prarekonstruksi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LUBUKPAKAM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Deliserdang melakukan prarekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan sekeluarga yang terjadi di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang yang menewaskan pasangan suami istri Muhajir dan Suniati serta anaknya M Solihin Rabu, (24/10/2018).
Prarekonstruksi ini dilakukan di lapangan bola kaki Polres Deliserdang.
Karena otak pelaku pembunuhan Agus sudah mati ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap, rekonstruksi ini pun dilakukan hanya berdasarkan setiap keterangan yang diucapkan oleh Deni dan Rio.
Prarekonstruksi ini dilakukan mulai dari ketika Agus dan Rio masuk ke rumah korban.
Sekira pukul 23.00 WIB itu mereka datang ke rumah korban untuk bertamu dan masuk ke dalam rumah dengan alasan untuk meminjam uang kepada Muhajir.
Kemudian berakhir hingga pembuangan tiga korban ke sungai.
Saat prarekonstruksi dilaksanakan tersangka Rio masih sempat tertawa.
Baca: Ong Sempat Chat WA Sebelum Ditemukan Tewas Mengerikan Bersama Istri dan 2 Anaknya
Karena kakinya ditembak oleh polisi pada saat penangkapan, kakinya pun saat itu terlilit perban. Ia pun berjalan pincang ketika setiap adegan ia perankan.
"Pembunuhan (Muhajir) Agus sebenarnya yang merancang. Sejak dua hari sebelumnya," kata Rio.
Ditangkap
Polisi akhirnya mengungkap otak pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Deliserdang.
Pelaku berinisial AG, yang tidak lain adalah otak pelaku pembunuhan Muhajir sekeluarga, tewas ditembak polisi.
Baca: Berdebat Panas dengan Pakar Hukum, Ahmad Dhani Bangkit dari Kursi dan Lakukan Hal Tak Terduga
Kedua tersangka AG dan RO, ditangkap tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Deli Serdang, di tempat persembunyiannya di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Salah seorang tersangka tewas ditembak sementara rekannya dilumpuhkan dengan menembak kakinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/muhajir-semasa-hidup-saat-foto-bersama-anaknya_20181015_084900.jpg)