Puncak Gunung Anak Krakatau Susut 228 Meter, Tinggi GAK Tinggal 110 Meter

Puncak Gunung Anak Krakatau Susut 228 Meter, Tinggi GAK Tinggal 110 Meter

Puncak Gunung Anak Krakatau Susut 228 Meter, Tinggi GAK Tinggal 110 Meter
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

Puncak Gunung Anak Krakatau Susut 228 Meter, Tinggi GAK Tinggal 110 Meter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Volume dan tinggi puncak Gunung Anak Krakatau (GAK) terus menyusut hingga tersisa 110 mdpl (meter di atas permukaan laut) dari ketinggian semula 338 mdpl.

Hal ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api disertai laju erupsi tinggi sejak 24-27 Desember 2018.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Antonius Ratdomopurbo, mengungkapkan tinggi Gunung Anak Krakatau berkurang drastis karena longsoran ke kaki lereng gunung pasca-erupsi.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Menurun, Tidak Lagi Terdengar Suara Dentuman

"Kami melihat kondisi kemarin sore itu terkonfimrasi bahwa GAK itu tingginya yang semula 338 meter sekarang ini ya kira-kira hanya 110 meter," ujar Antonius di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (29/12).

Antonius menjelaskan, dari pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM pada Jumat (28/12) pukul 00.00-12.00 WIB, teramati letusan dengan tinggi asap maksimum 200-300 meter di atas puncak kawah gunung.

Saat itu, abu vulkanik bergerak ke arah timur-timur laut dan cuaca berawan-hujan dengan arah angin dominan ke timur-timur laut.

Namun, pada pukul 14.18 WIB, cuaca cerah dan terlihat asap letusan tidak berlanjut.

Terlihat tipe letusan surtseyan karena magma yang keluar dari kawah GAK bersentuhan dengan air laut.

Dan, saat tidak ada letusan, puncak GAK tidak terlihat lagi.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved