Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Benang Kusut Polemik Pembebasan Lahan JTTS di Lampung Selatan Mulai Terurai

Syarhan secara tegas meminta seluruh pihak yang terkait dengan proses pembangunan JTTS di wilayah Lampung Selatan untuk lebih terbuka.

“Saya minta, sekecil apa pun persoalan yang muncul terkait dengan pembangunan tol ini, kita terbuka. Ketika persoalan membesar, kita (kepolisian) dan pemerintah daerah yang pada akhirnya harus berhadapan dengan masyarkat. Justru pihak terkait sulit untuk bisa dihubungi,” cetus mantan Kapolres Pesawaran itu.

Syarhan menegaskan, JTTS merupakan proyek stategis nasional.

Setiap persoalan yang muncul dalam pembangunannya akan sampai ke pusat dan menjadi sorotan.

Karenanya, ia pun meminta seluruh instansi terkait dapat lebih terbuka.

Sehingga langkah-langkah penanganan untuk mengatasi dan meminimalisasi gejolak dari persoalan yang dapat dilakukan lebih dini.

Benarkah Tarif JTTS Berlaku Mulai Januari 2019? Simak Jawaban Hutama Karya

Dalam rapat ini pun terkuat masih cukup banyaknya persoalan terkait proses ganti rugi lahan pembangunan JTTS.

Satu yang mengemuka dan menjadi persoalan yang cukup besar karena sempat adanya aksi pemblokiran jalan tol oleh warga ada di kilometer 52 Desa Tanjungratu.

Warga menuntut pembayaran ganti rugi tanah yang hingga kini belum selesai.

Padahal, dalam persidangan gugatan di Pengadilan Negeri Kalianda, warga telah dinyatakan menang dan berhak atas ganti rugi lahan.

Persoalan ganti rugi lahan tanah milik warga ini muncul dan harus diselesaikan melalui pengadilan.

Halaman
1234
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved