Bupati Mau Beli Vila di Pulau, Enggan Bayar Pakai Uang tapi Ditukar Mobil Mewah dan Proyek
Pengusaha Lampung, Thomas Aziz Riska menolak permintaan membeli vila di pulau pakai proyek.
Nakhoda Kapal
Sementara itu, nakhoda Kapal Motor (KM) Krakatau milik Zainudin Hasan juga dihadirkan di persidangan.
Terungkap M Sugeng Prayitno mulai menjadi nakhoda kapal pesiar milik Zainudin sejak 23 Januari 2017.
"Saya pertama ditelepon oleh Pak Henri Dunan (mantan Kepala Dinas Perhubungan Lamsel)," kata Sugeng.
Sugeng mengaku dijadikan honorer di Dinas Kelautan dan Perikanan Lamsel. Ia mendapat gaji pokok Rp 5 juta dan uang makan Rp 1 juta setiap bulan.
Tugasnya merawat dua kapal milik Zainudin, yakni Napoleon dan Krakatau.
Untuk perawatan kapal, Sugeng mengaku mendapat suntikan dana dari Anjar Asmara.
"Kalau perawatan dari Pak Anjar, buat beli sabun, kamper, baygon, ya rata-rata Rp 250 ribu per tiga bulan," ucapnya.
Sugeng menyebut Zainudin sudah 51 kali menggunakan kapal tersebut. Tetapi, keterangan itu dibantah oleh Zainudin.
"Saya gak pernah pakai kapal sampai 51 kali bolak balik, gak, jarang saya pakai kapal itu," ucap Zainudin.
Kendati demikian, Zainudin membenarkan bahwa gaji Sugeng bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan.
"Saya nggak pernah komunikasi soal uang makan dia, semua dianggarkan di Dinas Kelautan dan Perikanan, itu semua gaji dan uang makan," tandasnya.
Mantan Kepala Dishub Lamsel, yang kini menjabat Kadishub Pesisir Barat, Henry Dunan menyebutkan pernah memperbaiki kapal pesiar milik Zainudin.
Perbaikan itu atas inisiatifnya sendiri.
• 2 Miliarder Lampung Dicegah ke Luar Negeri, Suap Mustafa Seret Pimpinan DPRD Lampung Tengah
"Waktu itu saya menjadi Plh Kadishub Lampung Selatan. Saya meninjau kapal speedboat ukuran 12x4 meter dengan 3 mesin di Pelabuhan Boom, kapal itu dalam kondisi rusak, tidak ada perintah tapi inisiatif saya perbaiki," kata Henry.
Biaya perbaikan, sambung dia, mencapai Rp 500 juta.
"Waktu kapal sudah diperbaiki saya sudah tidak berdinas di Lampung Selatan. Rincian perbaikan seingat saya Rp 500 juta," ujarnya. (hanif mustafa)