Kadiskes Reihana: 'Berdarah-darah' untuk Capai Peringkat 2 Kampanye MR
Kadiskes Reihana: 'Berdarah-darah' untuk Capai Peringkat 2 Kampanye MR
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Safruddin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung dr Reihana sangat mengapresiasi kehadiran jajaran Tribun Lampung di kantor Diskes Lampung pada Senin (25/2).
Menurut Reihana, media sangat berperan penting terhadap dinas atau instansi di bidang pelayanan publik.
“Pada dasarnya kami bergerak di bidang pelayanan. Jadi apapun itu, intinya jangan sampai membuat masyarakat resah. Kadang-kadang berita yang naik itu kan meresahkan dan menakutkan, seperti DBD (Demam Berdarah Dengue).
Tidak hanya kasus DBD, juga (penyakit) yang lainnya,” kata Reihana saat menerima silaturahmi jajaran Tribun Lampung di ruang kerjanya, Selasa (25/2).
• Gelar Mewarnai Gambar, Cara Diskes Lampung Hibur Anak-anak Pengungsi
Kedatangan rombongan Tribun Lampung dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Andi Asmadi. t
Turut serta mendampingi Andi, Pemimpin Perusahaan Ellys Rahmayani, Manajer Online Syafruddin, Manajer Iklan Lismawati dan sejumlah staf.
Sementara Reihana ditemani dengan Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sekaligus juru bicara Diskes Lampung, dr Asih Hendrastuti.
Reihana pun menyampaikan, ada beberapa kasus penyakit ataupun kampanye penanganan penyakit yang berujung meresahkan masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan mengampanyekan imunisasi Measles Rubella (MR).
Sayangnya, vaksin untuk imunisasi tersebut menuai pro dan kontra.
Pasalnya, kandungan yang ada dalam vaksin tersebut dianggap belum tersertifikasi kehalalannya.
Meski demikian, dengan segala perjuangannya, Reihana mengatakan, Lampung berhasil menduduki peringkat kedua dalam hal sebaran imunisasi MR.
“Alhamdulillah kami mendapat ranking nomor dua setelah Papua. Bu Menkes juga mengapresiasi kami. Saya juga bilang, tidak mudah Bu (menduduki peringkat dua). Berdarah-darah itu bisa dapat nomor dua.
Kami rangkul MUI, buka stan-stan di mal-mal, dan sebagainya. Ya, jangan dibandingkan dengan Papua. Di sana kan sasarannya hanya sekitar 100an ribu. Sedangkan kami 2 juta lebih,” tutur Reihana.
• Eko Yuli Irawan Raih Emas di Piala Dunia Angkat Besi, Sang Ayah Beri Komentar
Kesuksesan menempati peringkat dua dalam sebaran imunisasi MR tersebut, menurut Reihana juga tak terlepas dari peran serta media, baik massa maupun elektronik, yang menyampaikan pesan positif tentang imunisasi MR.