Tribun Bandar Lampung

Soal Perbaikan Sanitasi, Bappeda Lampung: Pendampingan Masyarakat Jadi Kunci

Selain peningkatan kualitas lingkungan, perbaikan sanitasi juga mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.

Soal Perbaikan Sanitasi, Bappeda Lampung: Pendampingan Masyarakat Jadi Kunci
Istimewa
RENCANA KERJA TAHUNAN - Dialog dan penandatanganan Rencana Kerja Tahunan 2019 antara SNV Netherland Development Organization dan Pemprov Lampung di kantor Bappeda Lampung, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perbaikan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan. Melainkan juga mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lampung Herlina Warganegara menyampaikan hal itu dalam acara Penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2019 antara Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Netherland Development Organization dan Pemprov Lampung di kantor Bappeda Lampung, Selasa (5/3/2019).

Herlina menjelaskan, sanitasi yang baik bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

"Namun, untuk mewujudkan perubahan perilaku sanitasi menjadi lebih baik, maka pendampingan terhadap masyarakat menjadi kunci," katanya merujuk rilis kepada Tribun Lampung.

Penandatanganan RKT 2019 antara SNV dan Pemprov Lampung ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara pemerintah pusat dan SNV Indonesia pada 2018. Dalam acara Penandatanganan RKT 2019 itu, hadir perwakilan Bappeda dari tiga daerah, yaitu Bandar lampung, Metro, Lampung Selatan, dan Pringsewu. Serta, Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Lampung.

Herlina pun menyampaikan apresiasi kepada SNV Indonesia yang telah membantu pemerintah daerah di Lampung sejak 2014. Mulai dari Pemkab Lamsel hingga Pringsewu melalui program sanitasi perdesaan serta Voice for Change Program Partnership (V4CP). Pada 2019 ini, pendampingan bertambah di dua daerah, yakni di Bandar Lampung dan Metro melalui program WASH SDGs.

Jodi Frency, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kemitraan itu bersifat dua arah. Karenanya, papar dia, pemerintah wajib memberikan saran dan evaluasi dari kerja-kerja SNV.

"Kami berharap soal sanitasi ini bisa masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2020-2024. Serta, Indikator Kinerja Utama Gubernur Lampung. Dengan begitu, sanitasi bisa menjadi salah satu program prioritas dan berkelanjutan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, WASH Advisor SNV Indonesia Bambang Pujiatmoko mengungkapkan, Provinsi Lampung saat ini sudah memiliki kabupaten yang bisa menjadi pembelajaran secara nasional, yaitu Kabupaten Pringsewu.

"Kami berharap Pemprov Lampung bisa memfasilitasi scalling up dan pembelajaran antar kabupaten/kota untuk mendorong percepatan pencapaian sanitasi aman sesuai target SDGs 6.2," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved