Ramadan 2019

Fakta Unik Masjid Jogokariyan, Hilang Motor Diganti Motor hingga Warga Tak ke Masjid Didata

Jemaah Masjid Jogokariyan selalu meluber sampai ke jalan-jalan saat ibadah salat tarawih di bulan ramadan.

Fakta Unik Masjid Jogokariyan, Hilang Motor Diganti Motor hingga Warga Tak ke Masjid Didata
Instagram @masjidjogokariyan
Masjid Jogokariyan 

"Gratis makan, bahkan kalau ada musafir kehabisan ongkos ke masjid ini saja, dijamin dikasi ongkos pulang."

Di masjid ini juga ada ATM beras.

"Yang tidak mampu beli beras ke masjid saja gesek ambil beras, yang sakit ada klinik masjid gratis, ada ngopi, ngeteh gratis tiap waktu."

Yang juga menarik, masjid ini buka 24 jam dan pintunya enggak boleh digembok.

Jamaah masjid Jogokariyan.
Instagram @masjidjogokariyan/Jamaah masjid Jogokariyan.

Semua persoalan jamaah masjid ini dikoordinasikan denga pengurus dan dicarikan solusinya.

Peran penting para pengrajin bantik setempat.

Pembangunan Masjid Jogokariyan tak bisa dipisahkan dari peran penting para pengrajin batik dan tenun yang ada di sekitar situ.

Mereka yang tergabung dalam kelompok Koperasi Batik “Karang Tunggal” dan Koperasi Tenun “Tri Jaya” di awal bulan Jui 1966 telah berhasil membeli tanah wakaf seluas 600 m2.

Tanah itulah yang kemudian menjadi cikal bakal pembangunan masjid.

Para pengusaha batik dan tenun itu sebagian besar adalah simpatisan partai politik MASYUMI dan pendukung kegiatan dakwah Muhammadiyah.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved