Adakan Begawi, Pemkab Lampung Utara akan Pecahkan Rekor MURI

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sedang mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kabupaten Lampung Utara

Penulis: anung bayuardi | Editor: wakos reza gautama
TRIBUN LAMPUNG/Dewi Anita
Ilustrasi - Peserta lomba tari kreasi dalam rangka Begawi Bandar Lampung, Rabu (25/5/2016) malam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) sedang mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Lampung Utara tahun 2019.

Pada tahun sebelumnya, salah satu kegiatan acara adat Lampung yang ikut memeriahkan perayaan HUT Lampura yakni “Nyubuk” berhasil meraih piagam Rekor Muri Republik Indonesia.

Peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara tahun 2019 kali ini akan pecahkan rekor muri “Begawi”.   

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lampung Utara, Ilham Akbar, mengatakan bahwa saat ini Pemkab Lampung Utara telah melakukan persiapan untuk memecahkan rekor muri Begawi dalam rangka menyambut HUT ke-74 Lampung Utara.

Memecahkan rekor Muri Begawi ini merupakan pertama kali dilakukan di Provinsi Lampung.

Tujuan rekor Muri dalam seni budaya ini untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya dan adat Lampung Pepadun dan Sai Batin.

“ Ini pertama kalinya di Provinsi Lamung, Rekor muri kali ini akan kita pecahkan Begawi sebanyak 1052 orang,” kata Ilham Akbar, Selasa 14 Mei 2019.

Ilham berharap, begawi ini bukan hanya pelaksanaan kegiatan yang biasa-biasa saja, akan tetapi memberikan pemahaman kepada anak cucu kita apa saja rangkaian acara begawi yang sebenarnya.

Global Surya Begawi 2018 Meriah dengan Pentas Seni Siswa

“ Artinya kita wajib memberikan pemahaman apa saja syarat begawi itu dilaksasnakan, mulain dari kelengkapan-kelengkapan secara adat istiadat yang wajib dipenuhi,” ujara Ilham.

Disamping itu juga dirinya berharap kedepannya, ketika berbicara pagelaran adat Begawi, masyarakat luar daerah akan melirik Lampung Utara.

Pagelaran adat Begawi ini juga diharapakan akan menjadi kegiatan tahunan, seperti halnya pagelaran – pagelaran adat yang dilaksnakan di sekitaran keratun Djokjakarta.

“ Kegiatan ini akan kami koordinasikan menjadi kalender wisata, Jadi ketika memasuki bulan Juni atau Juli masyarakat luar ingin melihat pertunjukan pergelaran begawi mereka akan datang ke Lampung Utara,” tukasnya.

Dijelaskan Ilham, Begawi atau yang kerap disebut dengan istilah lengkap Begawi Cakak Pepadun adalah upacara adat masyarakat Lampung untuk memberikan gelar adat kepada seseorang.

Adapun masyarakat suku Lampung yang melaksanakan begawi adalah yang berasal dari kelompok adat Lampung Pepadun.

Seni Budaya Begawi Agung Ramik Ragom Pertontonkan Adat Pepadun dan Sai Batin

Istilah Pepadun sendiri berasal dari nama salah satu perangkat yang digunakan dalam begawi, yaitu singgasana dari kayu yang menyimbolkan suatu status sosial dalam keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved