Terduga Teroris Lampung Ditangkap

Densus 88 Tangkap Tersangka Teroris Lampung, Diduga Terkait dengan Aksi Bom di Kartasura

Densus 88 Tangkap Tersangka Teroris Lampung, Diduga Terkait dengan Aksi Bom di Kartasura

Densus 88 Tangkap Tersangka Teroris Lampung, Diduga Terkait dengan Aksi Bom di Kartasura
Kompas.com
Ledakan bom terjadi di pos polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019). Densus 88 Tangkap Tersangka Teroris Lampung, Diduga Terkait dengan Aksi Bom di Kartasura 

Dan tiga lainnya sedang mengatur lalu lintas di sekitar Simpang Tiga Kartasura, yang saat itu lalu lintas cukup padat. 

Tidak ada satu pun petugas yang terluka karena insiden ini.

3. Kaki Masih Bergerak

Insiden bom bunuh diri terjadi di Pos Pengaman (Pospam) Lebaran 2019 di Tugu Kartasura milik Polres Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Vino, 25 tahun, saksi mata di lokasi kejadian menyebut ada seorang lelaki yang tergeletak usai ledakan.

"Suara ledakan seperti bom meletus," kata dia kepada awak media.

"Waktu saya lihat, kakinya masih bergerak," imbuhnya.

4. Kesaksian Dokter Jaga

 Penjual Gorengan Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura, Ini Sosoknya

Pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) atau Pos Polisi Tugu Kartasura diketahui masih hidup.

Pelaku sempat mendapatkan pertolongan pertama di RS PKU Muhammadiyah Kartasura.

Rumah sakit ini berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.

Dokter jaga RS PKU Muhammadiyah Kartasura, Ahmad Farji Purna Aji, menjadi salah satu dokter yang menangani pelaku.

Ahmad mengatakan, pelaku dibawa oleh polisi ke rumah sakit dengan mobil patroli milik Polsek Kartasura yang dijaga ketat.

"Datang sebelum pukul 24.00 WIB dalam kondisi terluka cukup parah," katanya kepada TribunSolo.com di rumah sakit yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (3/6/2019).

Ahmad menerangkan, dia bersama perawat melakukan pertolongan di IGD dengan memberikan infus atau oksigen.

"Ada luka yang dijahit," tuturnya singkat.

Tapi Ahmad enggan membeberkan bagian apa saja yang mendapat jahitan karena luka robek dari ledakan bom bunuh diri.

"Habis itu langsung dirujuk ke RS Ortopedi di Jalan Ahmad Yani, hanya berjarak beberapa KM dari sini," tuturnya.

5. Pelaku Tak Pernah Lagi ke Masjid

Dari informasi yang diperoleh TribunSolo.com, terduga pelaku bernama Rofik Asharudin.

Sehari-hari, dia dikenal suka berburu burung liar.

Pria berusia 22 tahun tersebut beralamatkan di Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Oleh warga, Rofik dikenal sebagai sosok yang tertutup setelah lulus dari Madrasah Aliyah Negeri.

Dulu Rofik kerap mendatangi masjid.

Namun setelah lulus dari MAN di Solo, Rofik jarang terlihat di masjid.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dusun Kranggan Kulon, Sudalmanto (51).

"(Rofik) tertutup setelah lulus MAN, biasanya dulu ke masjid tapi sekarang nggak pernah," kata Sudalmanto kepada TribunSolo.com.

"Nggak pernah berinteraksi di kampung," imbuhnya.

Sudalmanto menjelaskan, Rofik tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sehari-sehari, Rofik disebut kerja serabutan sebagai penangkap burung.

Rofik juga pernah berjualan gorengan.

"Pekerjaannya terkadang tulup (menangkap) burung," kata Sudalmanto.

"Sempat jualan gorengan," imbuhnya.

Sudalmanto menegaskan, Rofik berubah drastis semenjak lulus MAN.

Rofik sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi, namun tak selesai dan memilih keluar.

Orangtua Rofik, sang ayah bekerja sebagai tukang jahit.

Sedangkan ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga.

Rofik merupakan anak kedua dari 3 bersaudara.

Orangtua Rofik sangat kaget atas kejadian yang menimpa anaknya.

"Orangtuanya syok, tadi saya masih sempat tarawih bersama mereka," pungkas Sudalmanto.

6. Lekatkan Peledak

Menurut Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, pelaku pengeboman yang sudah teridentifakasi satu orang.

Pelaku yang melakukan ledakan di Pospam 01 Kartasura ini, gagal melukai petugas, sehingga korban dalam kejadian ini hanya pelaku pemboman.

"Korban satu orang, yang menjadi korban itu terduga pelaku."

"Dia terduga pelaku karena bahan peledak menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki," katanya usai meninjau lokasi ledakan, Selasa (4/6/2019).

Dia menambahkan, pelaku saat ini kritis dan dilarikan di rumah sakit, serta mendapatkan pengawalan ketat dari petugas keamanan.

"Belum ada korban lain, petugas kami tidak terluka, dan kejadian itu juga tidak melukai masyarakat disekitar lokasi," katanya. (*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved