Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gara-gara simbol acungan jari tengah, pemuda asal Bekasi ini harus tewas karena dikeroyok lalu disiram bensin dan dibakar hidup-hidup.
Malam takbiran malah berujung apes bagi Putra Aditya.
Putra Aditya (18) tewas karena luka bakar setelah tiga hari dirawat.
Hal ini lantaran acungan jari tengah teman Putra Aditya ke segerombolan pria yang sedang nongkrong.
Di tengah jalan rombongan Putra melihat delapan orang pemuda sedang nongkrong di pinggir jalan.
Kedua kelompok pemuda ini saling ejek.
Pelaku bernama Rio mengejar.
Ketujuh temannya tancap gas dan meninggalkan lokasi, tapi Putra malah turun dari motor dan menantang pelaku.
Rio merespon dengan memukul Putra, duel pun tak terhindarkan.
• Pria Cabuli Adik Ipar, 3 Tahun Tinggal Bersama Baru Terungkap setelah Periksa ke Bidan
• Artis Blasteran Hidup Bertahun-tahun Bersama Janda sejak Usia 17, Kini Nasibnya Merana
• Pegawai Bank Mandiri Syariah Santi Devi Dibunuh di Kamar Kos, Polisi Ungkap Sosok Pelakunya
Diguyur bensin eceran
Korban terdesak lalu kabur ke sebuah warung kelontong milik Rudi Ariyanto (23) yang juga menjual bensin eceran.
Rudi ketakutan dan sempat menutup warung yang biasa buka sampai jam satu.
"Tapi karena malam takbiran jadi buka sampai Subuh," ungkap Rudi saat ditemui di warung kelontongnya, Kamis (13/6/2019).

Ia menyaksikan detik-detik para pelaku yang berjumlah delapan orang mengeroyok korban secara membabi-buta dan beringas.
Pas keributan semakin menjadi Rudi akhirnya memasukkan seluruh barang dagangan ke dalam dan menutup warungnya.