Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup

Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup. Keempat pelaku pengeroyokan saat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/6/2019) dan Tri Ambarwati yang memperlihatkan foto anaknya yang jadi korban pengeroyokan. 

Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gara-gara simbol acungan jari tengah, pemuda asal Bekasi ini harus tewas karena dikeroyok lalu disiram bensin dan dibakar hidup-hidup.

Malam takbiran malah berujung apes bagi Putra Aditya.

Putra Aditya (18) tewas karena luka bakar setelah tiga hari dirawat.

Hal ini lantaran acungan jari tengah teman Putra Aditya ke segerombolan pria yang sedang nongkrong.

Di tengah jalan rombongan Putra melihat delapan orang pemuda sedang nongkrong di pinggir jalan.

Kedua kelompok pemuda ini saling ejek.

"Seorang teman korban mengacungkan jari tengah sehingga kelompok pelaku kesal," ungkap Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, Rabu (12/6/2019).

Pelaku bernama Rio mengejar.

Ketujuh temannya tancap gas dan meninggalkan lokasi, tapi Putra malah turun dari motor dan menantang pelaku.

Rio merespon dengan memukul Putra, duel pun tak terhindarkan.

Pria Cabuli Adik Ipar, 3 Tahun Tinggal Bersama Baru Terungkap setelah Periksa ke Bidan

Artis Blasteran Hidup Bertahun-tahun Bersama Janda sejak Usia 17, Kini Nasibnya Merana

Pegawai Bank Mandiri Syariah Santi Devi Dibunuh di Kamar Kos, Polisi Ungkap Sosok Pelakunya

Diguyur bensin eceran

Korban terdesak lalu kabur ke sebuah warung kelontong milik Rudi Ariyanto (23) yang juga menjual bensin eceran.

Rudi ketakutan dan sempat menutup warung yang biasa buka sampai jam satu.

"Tapi karena malam takbiran jadi buka sampai Subuh," ungkap Rudi saat ditemui di warung kelontongnya, Kamis (13/6/2019).

Keempat pelaku pengeroyokan saat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/6/2019)
Keempat pelaku pengeroyokan saat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/6/2019) (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Ia menyaksikan detik-detik para pelaku yang berjumlah delapan orang mengeroyok korban secara membabi-buta dan beringas.

Pas keributan semakin menjadi Rudi akhirnya memasukkan seluruh barang dagangan ke dalam dan menutup warungnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved