Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
Malam itu Tri Ambarwati tak terpikirkan anaknya terlibat keributan, karena sudah izin untuk menarik angkot.
Belakangan, Putra pergi bareng teman-temannya keliling di malam takbiran sampai terlibat keributan pada Rabu dini hari dengan pemuda nongkrong.
Sekitar pukul 04.00 WIB dua orang mengantar Putra menggunakan motor mendatangi rumah Tri Ambarwati.
"Saya kaget tahu-tahu dia sudah luka bakar begitu," ungkap Tri Ambarwati berusaha tegar menceritakan kondisi anaknya Rabu dini hari itu.
Datang ke rumah Putra masih sadar
Turun dari motor Putra masih sadar.
Tri Ambarwati masih sempat menanyakan keadaannya tapi Putra tak bisa berkata banyak.
Wajah, punggung hingga perut anaknya itu penuh luka bakar.
Tri Ambarwati tak kuasa melihat kondisi Putra yang tak pernah ia bayangkan.
"Dia masih sadar, masih bisa diajak ngomong. Saya tanya orang yang antar Putra. Katanya dia dikeroyok terus disiram besin, dibakar," jelas dia.
Tri Ambarwati bergegas membawa anaknya ke RSUD Jatisampurna tapi diarahkan untuk langsung ke rumah sakit besar karena luka bakarnya cukup serius.
Sampailah Tri Ambarwati ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Putra langsung ditangani dokter. Habis selesai urus rumah sakit saya langsung lapor ke Polsek Jatiasih," aku dia.
Pihak rumah sakit hari langsung mengambil tindakan operasi.
"Sebelum operasi dia masih sadar, cuma pas habis operasi kondisinya makin menurun," jalas dia.
Selama dirawat di RS Polri Kramat Jati, Tri Ambarwati setia menunggu Putra hingga menghembuskan nafas terakhir di hari ketiga lebaran, yakni 7 Juni 2019.