Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup

Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup

Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup. Keempat pelaku pengeroyokan saat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/6/2019) dan Tri Ambarwati yang memperlihatkan foto anaknya yang jadi korban pengeroyokan. 

Malam itu Tri Ambarwati tak terpikirkan anaknya terlibat keributan, karena sudah izin untuk menarik angkot.

Belakangan, Putra pergi bareng teman-temannya keliling di malam takbiran sampai terlibat keributan pada Rabu dini hari dengan pemuda nongkrong.

Sekitar pukul 04.00 WIB dua orang mengantar Putra menggunakan motor mendatangi rumah Tri Ambarwati.

"Saya kaget tahu-tahu dia sudah luka bakar begitu," ungkap Tri Ambarwati berusaha tegar menceritakan kondisi anaknya Rabu dini hari itu.

Datang ke rumah Putra masih sadar

Turun dari motor Putra masih sadar.

Tri Ambarwati masih sempat menanyakan keadaannya tapi Putra tak bisa berkata banyak.

Wajah, punggung hingga perut anaknya itu penuh luka bakar.

Tri Ambarwati tak kuasa melihat kondisi Putra yang tak pernah ia bayangkan.

"Dia masih sadar, masih bisa diajak ngomong. Saya tanya orang yang antar Putra. Katanya dia dikeroyok terus disiram besin, dibakar," jelas dia.

Tri Ambarwati bergegas membawa anaknya ke RSUD Jatisampurna tapi diarahkan untuk langsung ke rumah sakit besar karena luka bakarnya cukup serius.

Sampailah Tri Ambarwati ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Putra langsung ditangani dokter. Habis selesai urus rumah sakit saya langsung lapor ke Polsek Jatiasih," aku dia.

Pihak rumah sakit hari langsung mengambil tindakan operasi.

"Sebelum operasi dia masih sadar, cuma pas habis operasi kondisinya makin menurun," jalas dia.

Selama dirawat di RS Polri Kramat Jati, Tri Ambarwati setia menunggu Putra hingga menghembuskan nafas terakhir di hari ketiga lebaran, yakni 7 Juni 2019.

"Saya sih sudah ikhlas, saya enggak ada dendam. Biar yang berwajib (yang memproses pelaku," ucap Tri Ambarwati.

Tiga pelaku masih buron

Tri Ambarwati bersyukur polisi menangkap sejumlah pelaku pengeroyokan dan berharap mereka mendapatkan hukuman setimpal.

Empat orang diamankan yakni, Rizky Ade Syahputra (26), Nurhamzah Sutarna (24), Tegar Gusti (15) dan Angga Priyanto (22) pada Selasa (11/6/2019).

Sedangkan Rio, Ziko, Riko masih diburu.

Kapolsek Jatiasih Kompol Illi Anas mengatakan satu pelaku Manarul Hidayah alias Dagol menyerahkan diri diantar orang tuanya sekitar pukul 13.00 WIB.

"Dia sempat kabur ketika anggota melakukan pengejaran," kata Illi di Mapolsek Jatiasih, Kamis (14/6/2019).

Polisi kesulitan menangkap tiga dari delapan pelaku yang masih buron tersebut.

Illi menduga keluarga ketiga pelaku menyembunyikan dan tidak koperatif saat dimintai keterangan.

"Kita kesulitan karena keluarga itu sulit tidak koperatif ke kita saat dimintai keterangan," kata Illi.

Ia memastikan masih berupaya agar pihak keluarga dapat bersikap terbuka untuk dan menghormati proses hukum.

"Mau disembunyikan kayak apapun pastinya kita akan tangkap, enggak bisa kemana-mana," tegas Illi.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dini Hari Sebelum Salat Idul Fitri, Seorang Pemuda Dibakar Anak Tongkrongan: Saksi Ketakutan

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved