Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
Acungkan Jari Tengah, Pemuda Tewas Dikeroyok hingga Disiram Bensin Eceran dan Dibakar Hidup-hidup
"Takut warung saya mereka incar," aku dia.
Namun, bensin eceran dagangannya tak sempat dimasukkan sementara Rudi yang keburu ketakutan sudah menutup warungnya.
Salah satu pelaku bernama Rizky Ade Syahputra mengambil bensin eceran dan menyiramkannya ke tubuh Putra hingga basah kuyup.
"Dia ambil dari sini bensinnya. Saya sudah enggak berani ngapa-ngapain, sudah pasrah tutup pintu saya," aku Rudi.
Setelah menyulut korek api dan membakar Putra sekitar 30 detik, menurut polisi, delapan pelaku kabur meninggalkan lokasi.
Korban yang juga sopir angkot K21A jurusan Pabuaran-Kampung Rambutan ini sendirian memadamkan api yang membakar badannya.
Warga berdatangan berusaha memadamkan api.
Di dalam warungnya, Rudi masih ketakutan dengan apa yang ia saksikan.
Ia memutuskan keluar warung ketika warga berbondong menolong korban.

Warga segera menolong Putra yang masih mampu berdiri meski badannya terbakar dan terluka parah.
Korban pun dibawa warga menggunakan motor menuju rumah sakit.
"Saya melihat korban masih hidup dan bisa berdiri. Cuma lukanya sudah parah," sambung Rudi.
Keliling untuk takbiran
Selama ini Putra dikenal supel, pergaulannya luas dengan siapa saja dan dikenal sebagai anak yang mandiri.
Selama menjadi sopir angkot K21A, Putra jarang pulang ke rumah dan sehari-hari tinggal di mes sopir yang disediakan pemilik angkot.
"Paling kalau pulang seminggu sekali," ucap Tri Ambarwati, ibu Putra, saat ditemui di rumahnya di Kampung Sawah, Pondok Melati, Bekasi, Kamis (13/6/2019).
Selasa (4/6/2019) bertepatan dengan malam takbiran, Putra izin ke ibunya untuk pulang terlambat karena mendadak harus mengantar penumpang borongan.