Tribun Bandar Lampung

Singgung Lampung dengan Ujaran Kebencian, Kandidat Doktor Dikenai Wajib Lapor

Singgung Lampung dengan Ujaran Kebencian, Kandidat Doktor Dikenai Wajib Lapor

Singgung Lampung dengan Ujaran Kebencian, Kandidat Doktor Dikenai Wajib Lapor
Tribunlampung.co.id/Hanif
Singgung Lampung dengan Ujaran Kebencian, Kandidat Doktor Dikenai Wajib Lapor 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Diduga lakukan ujaran kebencian di sosial media, seorang dosen dikenai wajib lapor (Walap).

Dosen yang tengah mengambil doktoral ini berinisial NA (32), Warga Metro Selatan.

NA sempat diamankan oleh Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Lampung, Senin 1 Juli 2019.

Pejabat Sementara (PS) Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmad Mardian mengatakan penangkapan ini bermula dari laporan dari tokoh adat dan tokoh masyarakat adanya dugaan status disosial media yang menyebar kebencian.

"Kami amankan di Kota Metro terkait laporan masyarakat," ungkapnya, Rabu 3 Juli 2019.

Terkait status pelaku, Rahmad menuturkan jika pelaku menyebut Lampung kota Begal, Lampung tak beragama dan berbagai hinaan lainnya di kolom komentar.

Dugaan Ujaran Kebencian, Babang Tamvan Andika akan Laporkan Akun IG @berlliana.lovell ke Mabes Polri

"Ada 14 lembar print percakapan yang diduga melakukan penghinaan, bukti itu sudah cukup dan kami sudah koordinasi dengan ahli bahasa dan ahli IT," bebernya.

Meski demikian, kata Rahmad, pelaku tidak ditahan, namun wajib lapor.

Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian di Tuba Diringkus Ketika Turun dari Bus

"Pelaku kali ini tidak ditahan, tapi wajib lapor, pertimbangannya anaknya masih kecil dan ibunya sakit," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved