Nikmatnya Nasi Pecel Siram Madiun Azzam Tanpa Penyedap dan Ramah di Kantong
Tak ada salahnya mencoba menu tradisional asli Indonesia khas Madiun di Warung Makan Nasi Pecel Siram Madiun Azzam di Jalan Kepayang, Rajabasa.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Penikmat kuliner terkadang merasa bosan dengan menu makanan khas Jepang atau western, tak ada salahnya mencoba menu tradisional asli Indonesia khas Madiun di Warung Makan Nasi Pecel Siram Madiun Azzam di Jalan Kepayang, Rajabasa (belakang Lapas Rajabasa).
Owner Nasi Pecel Siram Madiun Azzam Indah Sutrisno mengatakan, harga beragam menunya begitu ramah di kantong namun jaminan rasa dan kualitas diutamakan demi kepuasan pelanggan. Warung makan ini sudah buka sejak dua tahun lalu.
Sengaja mengangkat menu khas Madiun karena memiliki kekhasan di bumbu pecelnya dan terbilang masih jarang dijajakan di Bandar Lampung. Warung buka sejak pukul 6 pagi hingga jam 1 siang setiap harinya.
"Andalannya adalah menu Pecel Siram Madiun. Merupakan perpaduan nasi putih yang disajikan di atas daun pisang bersama rebusan kecambah dan bayam, lalu disiram sambal kacang atau sambal pecel khas Warung Azzam," beber Tris, sapaan akrab Indah Sutrisno kepada Tribun Lampung, Rabu (10/7/2019).
Nilai khasnya adalah bumbu pecelnya diolah sendiri dari bahan kacang tanah pilihan yang digoreng sangrai.
Digiling bersama rempah-rempah alami tradisional ala warung Azzam, tanpa tambahan penyedap rasa, pengawet, maupun bahan kimia lainnya sehingga terjamin sehatnya.
Tak hanya itu, Nasi Pecel Siram Madiun ini masih diberi tambahan daun kemangi, timun, plus kerupuk gendar khas Madiun. Harganya Rp 9 ribu per porsi. Bisa tambah tempe bacem Rp 2 ribu per potong dan telur bacem Rp 4 ribu.
Menu lain yang bisa dipilih adalah Nasi Tiwoel Pecel. Sesuai namanya, tidak menggunakan nasi berbahan beras namun tiwul kukus berbahan olahan singkong berwarna kecokelatan.
Lalu ada siraman sambal kacang dan kecambah rebus, timun, peyek rebon, juga kemangi. Harga Rp 9 ribu per porsi. Rasanya gurih sedikit pedas manis seperti Nasi Pecel Siram Madiun.
Bagi yang kangen menu urap, di warung ini ada juga Nasi Kuning Urap Sambal Ikan Asin Rp 11 ribu per porsi. Penyajiannya nasi kuning diberi tambahan tumisan mie putih, bumbu urap, bayam rebus, kacang panjang dsn kecambah rebus, kemangi plus timun.
Diberi tambahan kerupuk ikan, ikan asin goreng, dan orek tempe. Spesialnya bumbu urapnya dibuat menggunakan kelapa parut pilihan yang fresh, ditambah bumbu rempah rahasia tanpa penyedap rasa ataupun bahan kimia lainnya. Lebih nikmat disantap bersama telur asin Rp 5 ribu.
Menu khas lainnya ada Nasi Buntil Rp 9 ribu per porsi dsngan dua potong buntil plus nasi putih hangat.
Buntil sendiri merupakan sayuran dari olahan daun talas yang diberi isian kelapa parut muda plus teri lalu dimasak bersama kuah santan yang sudah dibumbui. Bisa ditambahkan petai atau irisan jengkol. Cita rasanya gurih sedikit pedas.
Bagi yang ingin menu berkuah, juga ada menu Soto Tabur Koya Rp 12 ribu per porsi. Seperti tampilan soto pada umumnya dimana ada mie putih, suwiran ayam, irisan tomat, hingga kerupuk ikan, irisan telor rebus, kecambah dan siraman kuah soto, namun yang berbeda ada di bumbu koyanya.
"Taburan bumbu koyanya ini kita buat sendiri menggunakan rempah rahasia dan udang. Cita rasa koyanya khas sehingga sotonya begitu gurih dan nikmat," beber Tris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/menu-khas-nasi-pecel-siram-madiun-azzam.jpg)