Tribun Tulangbawang

Polisi Sita Sabu dari Pasutri di Menggala Tengah

Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tulangbawang berhasil menangkap pasutri, yakni DO (25) dan istrinya berinisial AI (29)

Polisi Sita Sabu dari Pasutri di Menggala Tengah
ISTIMEWA
DIPERIKSA INTENSIF - Pasutri asal Menggala Tengah terpaksa berurusan dengan polisi karena kediamannya diduga menjadi tempat transaksi narkoba. Kini keduanya sedang diperiksa intensif di Mapolres Tuba, Kamis (25/7). 

Polisi Sita Sabu dari Pasutri di Menggala Tengah

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tulangbawang berhasil menangkap pasutri, yakni DO (25) dan istrinya berinisial AI (29), di rumahnya, pukul 16.00 WIB, Senin (22/7). Keduanya tersandung kasus penyalahgunaan narkotika.

Kasat Narkoba Iptu Boby Yulfia, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, mengatakan, kedua tersangka merupakan tenaga honorer, warga Jalan Muaro Batang, Kibang, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala.

Begal Pasutri di Jalinsum, Joni Diringkus Polsek Terusan Nunyai

Penangkapan berdasarkan informasi warga yang menyebutkan rumah yang ditempati tersangka kerap menjadi tempat bertransaksi narkotika.

Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran. "Setelah dipastikan para pelaku sedang berada di rumah, petugas kami langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah tersebut," ungkap Boby, Kamis (25/5).

Nenek Rohaya dan Slamet Riyadi Berubah Drastis, Begini Kondisi Pasutri yang Heboh Nikahan Beda Usia

Dari hasil penyergapan polisi berhasil menyita BB (barang bukti) berupa 11 bungkus plastik klip bening berisi sabu 23,63 gram, timbangan elektrik warna hitam merek Constant, plastik klip besar, plastik klip sedang, plastik klip yang berisi beberapa buah plastik klip kecil, handphone merek Samsung dan sepasang sepatu biru.

Pasutri langsung digelandang ke Mapolres Tulangbawang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Keduanya dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancamannya penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda maksimum Rp 13,3 miliar. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved