Tribun Lampung Selatan

BREAKING NEWS - KSKP Bakauheni Gagalkan Pengiriman 4 Ton Daging Celeng Tanpa Dokumen

KSKP Bakauheni menggagalkan upaya pengiriman penyelundupan daging bagi hutan (celeng) sebanyak 4 ton yang rencananya akan pulau Jawa.

BREAKING NEWS - KSKP Bakauheni Gagalkan Pengiriman 4 Ton Daging Celeng Tanpa Dokumen
Tribunlampung.co.id/Dedi
Penangkapan daging celeng di KSKP Bakauheni 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan upaya pengiriman penyelundupan daging bagi hutan (celeng) sebanyak 4 ton yang rencananya akan pulau Jawa.

Daging celeng yang tidak dilengkapi dokumen apapun ini, diamankan pada MInggu (18/8) dini hari di sea port interdiction pelabuhan Bakauheni dengan menggunakan 2 mobil box.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan daging celeng tersebut diangkut dari wilayah Banyu Lincir Banyu Asin dengan tujuan Bekasi. Penangkapan upaya penyelundupan daging celeng tersebut diamankan petugas dalam pemeriksaan rutin.

“Saat melakukan pemeriksaan petugas mencurigai bungkusan kantor berupa koli-an. Setalah dilakukan pemeriksaan lanjutan pada muatan mobil box didapati daging celeng. Dan sopir truk box tidak bisa menunjukan dokumen resmi yang dipersyaratkan,” terang dirinya didampingi oleh Kapol KSKP AKP M. Indra Parameswara, senin (19/8).

Daging celeng ini diangkut dengan truk box Hino warna hijau dan truk Hino warna Putih. Pengendali pengiriman daging celen ini nantinya akan diserahkan kepada L sebagai pemilik barang.

“Paket daging celeng ini barang kiriman. Nantinya di Bekasi aka nada pemilik barang yang akan mengambil barang,” terang AKBP M. Syarhan.

Sementara itu Kasi Wasdak Balai Karantina Pertanian Kelas I Badnar Lampung AA. Oka Mantra mengatakan upaya pengiriman daging celeng yang tidak dilengkapi dokumen memang kerap terjadi di jalur penyeberangan Bakauheni.

Ia pun mengapresiasi dari KSKP Bakauheni yang telah membantu mengggagalkan upaya pengiriman paket daging celeng sebanyak 4 ton. Daging celeng tersebut tidak dilengkapi dokumen sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan UU nomor : 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan upaya penyelundupan daging celeng ini,” kata dia.

Menurut Oka Mantra, pengiriman komuditi hewan lintas pulau yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan bisa dikenai hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp. 150 juta, sesuai pasal 31 UU nomor : 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved