Tribun Lampung Selatan

Ratusan Hektare Sawah di Ketapang Terancam Puso

Ratusan hektar tanaman padi di kecamatan tersebut kini mulai mengalami kekurangan sumber air.

Ratusan Hektare Sawah di Ketapang Terancam Puso
Tribunlampung.co.id/Dedi
Sawah di Ketapang Terancam Puso 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kemarau panjang yang masih berlanjut hingga mendekati akhir bulan Agustus ini, kian membuat para petani kelimpungan. Pasalnya akan mengancaman puso (gagal panen) pada tanaman padi mereka.

Seperti di wilayah kecamatan Ketapang. Ratusan hektar tanaman padi di kecamatan tersebut kini mulai mengalami kekurangan sumber air. Tanaman padi yang berumur lebih dari 1 bulan hingga 2 bulan, kini mulai banyak yang menguning karena kekeringan.

“Sudah sejak awal bulan, kondisi kemarau membuat lahan sawah kering,” terang Yamin, seorang petani kepada tribun, selasa (20/8).

Menurutnya, bagi tanaman padi yang tidak memiliki sumber air dari sumur bor. Sudah sejak akhir bulan lalu kering. Tetapi untuk yang ada sumur bor, relatif masih terselamatkan. Tetapi kini debit air pun telah berkurang.

“Meski ada sumur bor, juga debit airnya kurang. Tidak juga mencukupi untuk mengairi banyak sawah,” ujar Yamin.

Diperkirakan jika hingga akhir bulan mendatang, tidak juga turun hujan dipastikan akan banyak tanam padi petani yang mengalami puso. Petani  hanya bisa pasra dengan kondisi kemarau saat ini.

Untuk di wilayah kecamatan Ketapang sendiri ada sekitar 1.700 hektar lahan sawah yang tetap ditanami petani. Dari jumlah tersebut kini sekitar 250 hektar diantaranya mulai mengalami kekeringan.

Berita Tribun Lampung Terpopuler, Selasa 20 Agustus 2019 - Aksi Komplotan Begal di Tol Lampung

Dan tidak hanya di wilayah kecamatan Ketapang. Di kecamatan Sidomulyo, Way Panji, Candipuro, Way Sulan serta Sragi dan Palas pun para petani mulai khawatir akan dampak kemarau panjang.

“Untuk di wilayah Way Panji sudah mulai banyak juga tanaman padi yang terancam kekeringan karena kemarau,” kata Agus seorang petani di wilayah Way Panji.

Jika kemarau terus berlanjut hingga bulan September mendatang dipastikan akan banyak tanaman padi yang mengalami puso. Ini tentu akan berdampak pada produksi padi untuk musim tanam gadu (kemarau).

“Kalau tahun lalu relative masih bisa tanam. Karena kemarau basah. Meski musim kemarau, tetap masih kerap turun hujan. Jadi tidak terlalu parah. Tapi tahun ini kemarau panjang kering,” tandas Agus.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo) 

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved