Nasib Pemindahan Ibu Kota Bakal Seperti Esemka, Ini Alasannya
Pengumuman lokasi calon ibu kota baru di Kalimantan Timur yang disampaikan Presiden Jokowi masih menuai kritik pedas dari sejumlah kalangan baik akade
Penulis: Romi Rinando | Editor: muhammadazhim
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengumuman lokasi calon ibu kota baru di Kalimantan Timur yang disampaikan Presiden Jokowi masih menuai kritik pedas dari sejumlah kalangan baik akademisi maupun politisi.
Terbaru kritikan datang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menilai rencana pemindahan ibu kota oleh Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara dilakukan pada waktu yang tidak tepat.
"Menurut saya sih secara pribadi, saya tidak melihat ada timing yang tepat sekarang ini untuk memindahkan Ibu kota," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (28/8/2019).
Bagaimana tidak, ia mengatakan pemindahan ibu kota dicanangkan saat permasalahan dasar belum tuntas. Mulai dari masalah BPJS, kebutuhan pokok atau pangan, dan masalah energi.
• Sejarawan Terkenal Ungkap Kerajaan Sriwjaya Hanya Fiktif, Tapi Arkeolog Pernah Temukan Ini Buktinya?
• Guru SD Dikecam karena Beri Air Seni untuk Diminum Muridnya, Sebut Ramuan Penyembuh Kesehatan
• BERITA FOTO - Petugas Pangkas Pohon Rimbun di Jalan Sultan Agung
"Kok kita mau nambah buat persoalan gitu. Jadi ya tidak tepat timingnya," katanya.
Fadli menilai pemindahan ibu kota bisa dilakukan bila pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen. Pembangunan ibu kota baru dilakukan saat fundamental ekonomi Indonesia kuat.
"Tapi sekarang kita masih terseok-seok dan apalagi di situasi ekonomi global seperti sekarang, menurut saya ini nanti nih presiden nanti ujungnya cuma jadi angan-angan aja gituloh. Seperti Esemka, diomongin gak jadi. Mobil esemka saja engga jadi apalagi pemindahan ibukota nanti 2020-2024," tuturnya.
• BERITA FOTO - Petugas Pangkas Pohon Rimbun di Jalan Sultan Agung
Idelanya menurut Fadli kajian pemindahan ibu kota dilakukan 10 sampai15 tahun. Sehingga pemindahan ibu kota tidak menimbulkan masalah baru.
• Wakil Presiden Jusuf Kalla Setuju Koruptor Dilarang Nyalon di Pilkada, Ini Alasannya
Pengumuman Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memindahkan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim) juga disikapi netizen di media sosial.
Sejak pernyataan yang disampaikan Senin (26/8/2019) itu, warganet Tanah Air sudah memberikan berbagai usulan nama calon ibu kota baru yang pembangunannya bakal dimulai tahun depan.
Dilansir Reuters Selasa (27/8/2019), "Saint Jokoburg" dan " Jokograd" masuk dalam 11 usulan nama ibu kota baru Indonesia yang diunggah akun Twitter @Enggalpm.
"Semoga mereka mempertimbangkan," ujar salah seorang netizen mengomentari pemindahan ibu kota yang diprediksi menelan dana hingga Rp 466 triliun itu.
• Frans Agung Ngaku Siap Dampingi Bunda Eva di Pilwakot Bandar Lampung 2020
• Dandim Mengucap Syukur, Rabu Pagi Way Kanan Diguyur Hujan: Jawaban Salat Istisqa
• 4 Manfaat Detoksifikasi Kopi, Salah Satunya Meningkatkan Mood. Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong
Saran, baik serius maupun ringan, mewarnai media sosial setelah Presiden Jokowi mengatakan bakal memindahkannya pada 2024 dari Jakarta yang berada di Jawa.
Lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur itu bakal berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utama dan Kabupaten Kutai Kartanegara, demikian merujuk pada pernyataan Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/soal-pemindahan-ibu-kota-ekonom-bappenas-keliru-kasihan-presiden.jpg)