Tribun Lampung Selatan

Satreskrim Polres Lampung Selatan Gagalkan Upaya Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 7,5 Miliar

Satreskrim Polres Lampung Selatan kembali menggagalkan upaya penyelundupan bibit lobster (benur) asal pulau Jawa ke Sumatera senilai Rp 7,5 miliar.

Satreskrim Polres Lampung Selatan Gagalkan Upaya Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 7,5 Miliar
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kapolres Lampung Selatan M Syarhan (dua kiri) saat ekspose kasus penyelundupan benih lobster senilai Rp 7,5 Miliar di Mapolres Lampung Selatan, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Satreskrim Polres Lampung Selatan kembali menggagalkan upaya penyelundupan bibit lobster (benur) asal pulau Jawa ke Sumatera senilai Rp 7,5 miliar.

Upaya penyelundupan benih lobster yang diangkut dengan menggunakan Toyota Innova nopol D 1636 PK digagalkan pada Kamis (19/9/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, benih lobster ini dikemas dalam ratusan kantong plastik berisi air dan udara dan dimasukan dalam 11 kotak stereoform.

Benih lobster tersebut, lanjut M Syarhan, diduga berasal dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dengan nilai mencapai Rp 7,5 miliar.

Desa Sidomakmur, Lampung Selatan, Kembangkan Minimarket Modern Sebagai BUMDes

Pemkab Lampung Selatan Tolak Aktivitas Penambangan Pasir di Gunung Anak Krakatau

“Benih lobster ini rencananya akan dikirim ke Jambi, total jumlahnya sebanyak 51.020 ekor dan rencananya benih lobster ini hendak diselundukan ke Vietnam,” ungkap M Syarhan, Jumat (20/9/2019) sore.

M Syarhan menjelaskan, dari upaya tersebut, polisi mengamankan satu orang yang merupakan sopir kendaraan dengan inisial D.

Kepada petugas, terus M Syarhan, D mengaku mendapatkan perintah dari seseorang untuk membawa benih lobster tersebut ke wilayah Jambi dengan upah Rp 1,5 juta.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, akan adanya pengiriman benih lobster dari Pelabuhan Ratu," tutur M Syarhan.

"Lalu, kami amankan di Pelabuhan Bakauheni kendaraan yang membawa benih lobster ini,” imbuh mantan Kapolres Pesawaran tersebut.

M Syarhan menambahkan, D terancam terkena pasal 88 junto pasal 16 UU nomor : 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor : 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara.

M Syarhan memastikan, saat ini benih lobster tersebut sudah diserahkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Provinsi Lampung untuk dilepasliarkan di habitatnya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved