PT KAI Divre IV Tanjungkarang

PT KAI Gelar Sepeda Santai dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di Perlintasan Sebidang

Dalam rangkaian HUT PT KAI ke-74, PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang melaksanakan kegiatan sepeda santai dan sosialisasi tertib lalu lintas

PT KAI Gelar Sepeda Santai dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Tribunlampung.co.id/Eka
Rombongan peserta sepeda santai juga menyempatkan diri melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas di perlintasan sebidang berlokasi di jalur perlintasan resmi di Jl. Sultan Agung, Jumat (27/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dalam rangkaian HUT PT KAI ke-74, PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang melaksanakan kegiatan sepeda santai dan sosialisasi tertib lalu lintas di perlintasan sebidang, Jumat (27/9/2019).

Berdasarkan pantauan, kegiatan sepeda santai dipimpin Kadivre IV Tanjung Karang, Sulthon Hasanudin,
Manager Humas PT.Kereta Api Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo, dan puluhan jajaran manajemen.

Sepeda santai start dari mes PT KAI menuju Jl. Pemuda (Chandra Tanjungkarang), Sawah Brebes, Kedamaian, Jl. Arif Rahman Hakim, Jl. Sultan Agung, dan kembali ke kantor PT KAI Divre IV Tanjungkarang di Jl. Teuku Umar.

Rombongan peserta sepeda santai juga menyempatkan diri melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas di perlintasan sebidang berlokasi di jalur perlintasan resmi di Jl. Sultan Agung.

"Ya hari ini melaksanakan jalan santai kita mengkampanyekan keselamatan di perlintasan sebidang," tutur Kadivre IV Tanjung Karang, Sulthon Hasanudin, di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini mengingatkan kepada masyarakat bahwa sekarang ini semakin meningkatnya angka kecelakaan di perlintasan sebidang.

Tiga Mahasiswa Fakultas Hukum UM Metro Boyong Medali Pomnas 2019

"Jadi kita mengimbau pada seluruh masyarakat untuk berhati-hati. Patuhi rambu-rambu yang ada dan kalau sudah waktunya kereta masuk jangan diterobos," tuturnya.

"Kita sangat perihatin semakin banyaknya perlintasan-perlintasan tidak berizin," sambungnya.

Ia mengatakan bahwa ini sebenarnya sangat membahayakan karena sudah melanggar UU Nomor 23 Tahun 2007.

Moeldoko Sebut Aksi Demo Mahasiswa adalah Nostalgia, Najwa Shihab Kaget: Ada Kesan Merendahkan Ini?

"Makanya saya imbau masyarakat kalau membuat jalan melewati kereta api ya harus minta izin dulu kepada pemerintah. Selama ini kalau tingkat provinsi kepada kepala dinas perhubungan provinsi," tuturnya.

Lanjut Sulthon menyampaikan bahwa sesuai dengan hasil pertemuan di Jakarta di Hotel Borobudur semua stakeholder di bahwa tidak bisa istilahnya membebankan kepada salah satu pihak tapi kalau sesuai UU memang tanggungjawab pemerintah.

"Pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan untuk jalan kelas nasional, provinsi untuk jalan kelas provinsi, untuk Pemda dan kota walikota atau dishub kota dan kabupaten," paparnya.

Ia menambahkan bahwa memang dari tahun ke tahun angka kecelakaan di perlintasan sebidang ini agak menurun namun secara kuantitas masih perihatin seperti kejadian dua hari yang lalu ada tiga yang meninggal dunia.

"Jadi ini masalah nyawa maka kita akan tetap terus menerus sampai tidak ada angka kecelakaan itu. Tekad kita itu," pungkas Sulthon. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved